Penulis: Fityan
TVRINews, Beirut
Perjuangan Kopral Rico Pramudia Berakhir Setelah Satu Bulan Masa Kritis, Menambah Daftar Syuhada Perdamaian Indonesia.
Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL) mengonfirmasi kabar duka atas berpulangnya salah satu personel penjaga perdamaian asal Indonesia, Kopral Rico Pramudia, pada Jumat 24 April 2026.
Prajurit TNI tersebut mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan masa kritis selama hampir satu bulan akibat luka parah yang dideritanya saat bertugas.
Insiden tragis yang menimpa Kopral Rico bermula pada malam 29 Maret 2026. Berdasarkan keterangan resmi, sebuah ledakan proyektil terjadi di pangkalan militer Adchit Al Qusayr, tempat korban disiagakan.
Ledakan tersebut menyebabkan Kopral Rico mengalami luka fatal yang mengharuskannya menjalani perawatan intensif di ruang ICU sebuah rumah sakit di Beirut.
Dalam pernyataan resminya melalui platform X, UNIFIL menyampaikan duka cita mendalam atas kehilangan tersebut:
"UNIFIL menyesalkan wafatnya Kopral Rico Pramudia hari ini, yang sebelumnya terluka parah akibat ledakan proyektil di pangkalannya di Adchit Al Qusayr pada malam 29 Maret," tulis akun resmi @UNIFIL_.
Wafatnya Kopral Rico menambah deretan panjang pengorbanan personel TNI dalam menjalankan mandat perdamaian di Lebanon.
Tercatat, ia merupakan prajurit keempat dari kontingen Indonesia yang gugur dalam rangkaian misi kali ini, menyusul tiga rekan sejawatnya yang telah lebih dahulu wafat.
UNIFIL memberikan penghormatan tinggi atas dedikasi prajurit Indonesia tersebut dan mengirimkan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, Pemerintah Indonesia, serta institusi TNI.
Organisasi ini juga menegaskan kembali komitmennya dalam menjaga stabilitas di wilayah konflik tersebut.
Lebih lanjut, badan perdamaian PBB tersebut memberikan peringatan keras terkait keamanan personel di lapangan.
UNIFIL menegaskan bahwa setiap serangan yang menyasar penjaga perdamaian merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional.
PBB menyerukan kepada seluruh pihak yang bertikai untuk menghormati perlindungan hukum internasional dan memastikan keselamatan fasilitas serta personel PBB.
Hingga saat ini, investigasi lebih lanjut mengenai sumber ledakan proyektil di Adchit Al Qusayr terus dilakukan guna menegakkan keadilan bagi para korban.
Editor: Redaksi TVRINews





