JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku heran dengan kondisi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta yang sampai saat ini belum memiliki markas komando (mako) yang memadai.
Ia menilai, instansi sebesar Satpol PP seharusnya memiliki pusat komando yang layak untuk menunjang operasional.
“Saya kemarin berkunjung ke (kantor) Satpol PP. Anda bisa bayangkan, instansi yang begitu besar tidak punya mako. Hanya ada mako kecil di daerah Kebon Sirih,” ucap Rano saat ditemui di kawasan Kebon Kosong, Jakarta Pusat, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Satpol PP Tepis Anggapan Hanya Nongkrong Saat Kerja: Kami Siaga 24 Jam
Menurut dia, kondisi tersebut tidak ideal. Pasalnya, peran Satpol PP sebagai pelaksana penegakan peraturan daerah yang memiliki tugas besar di lapangan, termasuk dalam penertiban dan pengawasan.
Rano bahkan mengibaratkan kondisi tersebut seperti institusi kepolisian tanpa kantor wilayah utama.
“Maaf istilahnya, kalau misalnya polisi tidak punya Polda kan aneh. Makanya kalau Satpol PP tidak punya mako, itu aneh,” kata dia.
Ia menambahkan, kebutuhan akan mako sebenarnya sudah pernah direncanakan dan dianggarkan. Namun, realisasinya tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran.
“Makanya kemarin saya sempat bicara dengan Pak Gubernur, sepertinya kita harus evaluasi lagi,” ucapnya.
Selain persoalan mako, Rano juga menyoroti beban kerja anggota Satpol PP yang dinilai cukup tinggi.
Baca juga: Alat Berat di TPA Burangkeng Bekasi Setop Beroperasi, DLH Pastikan Antrean Truk Terkendali
Dengan jumlah personel yang terbatas, anggota harus bekerja ekstra untuk menjalankan tugas di lapangan.
Ia menyebut, dalam kurun waktu hampir satu tahun terakhir, sebanyak 35 anggota Satpol PP DKI Jakarta meninggal dunia.
Meski tidak terjadi dalam waktu bersamaan, angka tersebut dinilai menjadi perhatian serius.
“Itu bukan dalam waktu sesaat, ada rentang waktunya. Itu risiko tugas,” kata Rano.
Ke depan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mengevaluasi kebutuhan sarana dan prasarana Satpol PP, termasuk rencana pembangunan mako, seiring dengan upaya penguatan peran Jakarta sebagai kota global.
“Kita harus evaluasi lagi masalah ini, apalagi kita mau jadi kota global,” ungkap Rano.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




