Bisnis.com, PALEMBANG — Pemerintah Kota Palembang mempercepat penanganan banjir dengan menetapkan 11 titik rawan banjir sebagai prioritas normalisasi drainase.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Palembang Yudha Fardyansyah mengatakan upaya tersebut difokuskan pada lokasi dengan tingkat genangan tinggi yang paling mengganggu aktivitas serta lalu lintas warga.
Dia menjelaskan, penyebab genangan di sejumlah titik didominasi penyempitan saluran akibat sedimentasi dan penumpukan sampah. Selain itu, faktor eksternal seperti pasang air Sungai Musi dan tingginya curah hujan turut memperburuk kondisi.
“Permasalahan ini kompleks. Selain sedimentasi dan sampah, juga dipengaruhi pasang Sungai Musi serta curah hujan yang cukup tinggi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).
Dari total 11 titik yang telah dipetakan, penanganan baru rampung di lima lokasi. Pihaknya juga telah memperbaiki penahan air di Kolam Retensi Simpang Polda yang jebol saat banjir pada Selasa (21/4/2026).
“Akibat penahan air jebol, genangan di Jl Demang Lebar Daun makin parah. Tapi, sekarang sudah kami perbaiki,” imbuhnya.
Baca Juga
- Dedi Mulyadi Ungkap Biaya Bandung Raya Bebas Banjir Capai Rp7 Triliun
- Palembang Dikepung Banjir Imbas Hujan Intensitas Tinggi
- Atasi Banjir Kabupaten Bandung, KDM akan Perbanyak Danau
Pemkot Palembang turut berkolaborasi dengan Balai Jalan Nasional untuk mempercepat penanganan, salah satunya melalui normalisasi crossdrain di bawah jalan pada kawasan cekungan DA Km 7.
Adapun untuk jangka panjang, Pemkot bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII dalam program pengendalian banjir sistem Sungai Bendung.
Program tersebut mencakup normalisasi dan penguatan tebing Sungai Bendung sepanjang sekitar 5 kilometer, penanganan anak sungai seperti Parit, Seduduk, dan IBA, serta normalisasi kolam retensi Talang Aman, Polda, Seduduk Putih, dan IBA. Selain itu, akan dilakukan pemasangan pompa di sejumlah titik rawan.
“Perkiraan pekerjaan mulai dilakukan awal Juni 2026 dan ditargetkan selesai pada akhir 2027,” tuturnya.
Yudha menegaskan percepatan penanganan akan terus dilakukan melalui langkah jangka pendek maupun strategi jangka panjang.
“Dengan langkah terpadu ini, diharapkan persoalan banjir di Kota Palembang dapat ditekan secara signifikan, sehingga aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu saat musim hujan tiba,” tutupnya.
Berikut 11 Titik Penanganan Banjir Prioritas di Kota Palembang1. Jl. Demang Lebar Daun (Simpang Polda) dan UIGM
2. Jl. Basuki Rahmat (depan Bank Sinarmas)
3. Jl. Kol. H. Burlian (Palimo, Siti Fatimah dan sekitarnya)
4. Jl. Mayor Ruslan (Kolam IBA) dan Bay Salim
5. Jl. Demang Lebar Daun (RS Siti Khodijah dan sekitarnya)
6. Jl. Kapt. A. Rivai (Simpang 5)
7. Kambang Iwak Besak
8. Jl. Kol. H. Burlian (Damri)
9. Jl. Kol. H. Burlian (Cekungan DA)
10. Jl. Asrama Haji
11. Jl. R. A. Rozak (Kumbang dan sekitarnya)





