JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengutuk keras gugurnya prajurit Indonesia yang tergabung dalam UNIFIL, Praka Rico Pramudia, akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret 2026 lalu.
Pasalnya, Praka Rico (31), dikabarkan wafat usai dirawat selama hampir sebulan di salah satu rumah sakit di Beirut.
"Indonesia kembali mengutuk keras serangan Israel yang menyebabkan gugurnya peacekeeper Indonesia," tulis Kemlu dalam akun X, @Kemlu_RI, Jumat (24/4/2026).
Baca juga: Prajurit TNI Praka Rico Pramudia Gugur Usai Luka Serius akibat Serangan di Lebanon
Pemerintah Republik Indonesia juga menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya Praka Rico, yang sempat mengalami luka berat akibat ledakan artileri dari tank Israel pada akhir Maret lalu.
Sejak insiden tersebut, Kemlu menegaskan, pemerintah terus melakukan koordinasi erat dan intensif dengan pihak UNIFIL.
Kemlu bersama pemerintah Lebanon, serta tim medis di Beirut juga telah memastikan penanganan medis dilakukan secara cepat dan optimal.
"Berbagai langkah medis terbaik telah ditempuh, namun akibat luka berat yang dialami, nyawa almarhum tidak dapat diselamatkan," ucapnya.
Baca juga: Menhan: Prajurit TNI Penjaga Kedaulatan dari Sabang sampai Merauke, Tak Terbatas Wilayah Tugas
Kemlu menegaskan negara hadir untuk memberikan penghormatan terbaik bagi almarhum atas pengabdian dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia.
"Pemerintah terus berkoordinasi dengan UNIFIL untuk memastikan proses repatriasi jenazah dapat dilakukan dengan segera dan penuh penghormatan," tulisnya.
Indonesia menegaskan serangan terhadap personel pemelihara perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.
Hingga kini, Indonesia terus mendesak PBB untuk melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta serta memastikan pertanggungjawaban atas insiden ini.
Bagi Indonesia, keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar.
"Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan PBB dan negara-negara kontributor pasukan untuk memperkuat perlindungan bagi seluruh personel di lapangan, termasuk melalui evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan dan keamanan serta penguatan langkah mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL," tegasnya.
Baca juga: Empat Prajurit TNI Tersangka Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Segera Disidangkan
Sebelumnya diberitakan, UNIFIL lewat platform X, menyampaikan Praka Rico (31), wafat usai dirawat selama hampir sebulan di satu rumah sakit di Beirut karena luka parahnya itu.
Pasukan PBB tersebut menyampaikan duka cita yang mendalam terhadap keluarga dan rekan-rekan Praka Rico.





