300 Siswa SMA Jogja Latihan Tanggap Bencana, Peringati 20 Tahun Gempa Jogja

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Sebanyak 300 pelajar dari tiga SMA di Yogyakarta mengikuti pelatihan tanggap bencana gempa bumi selama dua hari, 21–22 April 2026. Mereka berasal dari SMA 5 Yogyakarta, SMA 1 Sewon Bantul, dan SMA 1 Patuk Gunungkidul, sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan gempa karena dilintasi sesar Opak, jalur patahan yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga Klaten, Jawa Tengah.

Pelatihan ini digelar oleh InJourney Destination Management (IDM) melalui program InJourney Community Care, bertepatan dengan momentum peringatan 20 tahun gempa bumi Yogyakarta.

Direktur Operasi InJourney Destination Management, Indung Purwita Jati, mengatakan program ini sengaja menyasar pelajar SMA karena kesiapsiagaan bencana dinilai perlu ditanamkan sejak dini.

"Target kita siswa SMA mengingat program tanggap bencana itu harus dimulai dari dini. Kami berharap dengan literasi dan juga pemahaman SMA yang sudah matang, sehingga mereka bisa menyebarluaskan bagaimana seharusnya jika terjadi bencana,”jelasnya, dikutip dari rilis Jumat (24/4).

Program ini merupakan kolaborasi IDM bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DI Yogyakarta melalui Sekretariat Bersama Satuan Pendidikan Aman Bencana (Sekber SPAB). Sekolah-sekolah yang dipilih bukan tanpa alasan, ketiganya berada di kawasan yang dilintasi sesar Opak, jalur patahan yang membentang dari selatan Yogyakarta hingga wilayah Klaten, Jawa Tengah.

Koordinator PH Sekber SPAB DIY, Budi Santoso, menjelaskan selama dua hari pelatihan, peserta mendapat materi intensif mulai dari mitigasi awal, pemahaman potensi bencana gempa di kawasan Yogyakarta, teknik penyelamatan dan evakuasi, hingga simulasi penanganan darurat yang melibatkan siswa dan guru.

"Dalam dua hari pelatihan ini, peserta mendapat serangkaian materi intensif yang mencakup mitigasi awal, yang meliputi pemahaman mengenai potensi bencana gempa bumi di kawasan Yogyakarta, teknik penyelamatan dan evakuasi," jelasnya

'Tahap akhir pelatihan diakhiri dengan simulasi penanganan darurat bencana gempa bumi yang diikuti oleh siswa maupun guru sekolah," jelasnya," lanjut Budi

Program InJourney Community Care ini menargetkan 1.000 peserta dari 10 sekolah di wilayah Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, dan Kota Yogyakarta, dan ditargetkan rampung sebelum puncak peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta pada Mei 2026.

Indung menegaskan, peringatan dua dekade gempa Yogyakarta seharusnya bukan sekadar momen refleksi, melainkan juga titik tolak membangun generasi yang lebih tangguh.

"Melalui sinergi antara dunia usaha, pemerintah daerah, dan satuan pendidikan ini, peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta tidak hanya menjadi momen reflektif serta kebangkitan untuk membangun Yogyakarta yang lebih tangguh dan siap menghadapi risiko bencana di masa depan," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saksi Beberkan Manfaat Chromebook, Bisakah Dipakai Meski Internet Terbatas?
• 20 jam lalurctiplus.com
thumb
IHSG Jumat (24/4) Rawan Terkoreksi, Cermati Saham ADRO hingga WIFI
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Peringati Hari KI Sedunia, DJKI Gelar Layanan di Car Free Day Serentak 33 Provinsi
• 9 jam laluokezone.com
thumb
SWIMSIDE hadirkan pengalaman imersif terinspirasi album baru BTS
• 8 jam laluantaranews.com
thumb
Satpol PP Tepis Anggapan Hanya Nongkrong Saat Kerja: Kami Siaga 24 Jam
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.