Gunakan Mika dan Intip PIN, Pelaku Ganjal ATM di Tangerang Sasar Minimarket dan SPBU

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com - Empat pelaku ganjal ATM di Larangan, Kota Tangerang, melakukan aksinya dengan cara mengganjal lubang kartu menggunakan mika, lalu mengintip PIN korban saat bertransaksi.

Setelah korban kesulitan menggunakan mesin ATM, pelaku kemudian memanfaatkan situasi tersebut untuk mengambil kartu dan menguras isi rekening korban.

Aksi ini dilakukan oleh MT (29), FP (20), EA (23), dan A (34), yang menyasar mesin ATM di minimarket serta SPBU di wilayah Tangerang.

“Empat pria tersebut sering berpindah-pindah lokasi, menyasar sejumlah mesin ATM di minimarket dan SPBU,” ujar Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari dalam keterangan tertulisnya, Jumat (24/4/2026).

Baca juga: Kenali Modus Ganjal Mesin ATM dan Cara Menghindarinya

Keempat pelaku ditangkap setelah polisi mencurigai gerak-gerik mereka yang kerap berpindah lokasi saat patroli di wilayah Cipondoh.

Berbekal kecurigaan tersebut, polisi kemudian membuntuti para pelaku hingga mendapati mereka masuk ke sebuah minimarket di kawasan Jalan H. Adam Malik, Tangerang.

Di lokasi itu, para pelaku diduga tengah menggunakan kartu ATM milik orang lain untuk melakukan transaksi.

Melihat aksi tersebut, polisi langsung melakukan penangkapan terhadap keempat pelaku tanpa perlawanan.

Baca juga: Kronologi Komplotan Ganjal ATM di Jaktim, Pelaku Kuras Rekening Korban Rp 274 Juta

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita barang bukti berupa kartu ATM dari berbagai bank, alat mika yang telah dimodifikasi, lem perekat, serta beberapa unit telepon seluler.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 477 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Jauhari juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada saat bertransaksi di mesin ATM, serta segera melapor ke pihak bank atau kepolisian jika menemukan kejanggalan.

“Pastikan kondisi mesin ATM aman sebelum digunakan dan jangan pernah memberikan PIN kepada siapa pun,” ucap dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada 3 Tersangka Baru di Kasus Samin Tan, Pengamat Minta Kejagung Ungkap Aktor Utamanya
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Bank Mandiri Perkuat Aksi Berkelanjutan di Hari Bumi 2026
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Polda Kaltim ungkap korupsi dana pelatihan kerja BLKI Balikpapan
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Kisah Jenderal Tempur TNI Jadi Tentara karena Boneka Jailangkung, Karier Militernya Moncer!
• 17 jam lalurctiplus.com
thumb
Polisi Buru Pelaku Penipuan SK PNS Palsu di Gresik, Diduga Kabur ke Kalimantan
• 2 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.