Bisnis.com, PALEMBANG— Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatra Selatan (BPBD Sumsel) memperkuat langkah antisipasi menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun 2026, seiring musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan lebih kering dari biasanya.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajukan dukungan dari pemerintah pusat.
“Kita sudah menyurati pemerintah pusat untuk permohonan bantuan helikopter, baik helikopter patroli maupun helikopter waterbombing,” ujarnya, dikutip Jumat (24/4/2026).
Bantuan yang diajukan terdiri dari delapan helikopter waterbombing dan dua helikopter patroli. Namun, kepastian jumlahnya masih menunggu keputusan pemerintah pusat.
Selain itu, Iqbal menyebut Pemerintah Provinsi Sumsel juga mengusulkan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah antisipasi kekeringan.
Pengajuan ini mempertimbangkan kondisi lahan di Sumsel yang sekitar 2 juta hektare atau 24% dari total wilayah merupakan lahan gambut.
Baca Juga
- Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, Sumsel Resmi Tetapkan Siaga Karhutla
- Hadapi El Nino, Pemerintah Tingkatkan Operasi Modifikasi Cuaca Cegah Karhutla
- Dua Daerah di Sumsel Tetapkan Siaga Karhutla, Tingkat Provinsi Masih Tunggu SK
“Kita juga mengajukan OMC untuk membasahi lahan, khususnya gambut, sehingga saat puncak kemarau masih ada cadangan air,” jelas Iqbal.
Lebih lanjut, BPBD Sumsel mendorong keterlibatan dunia usaha dalam upaya pencegahan karhutla. Perusahaan perkebunan dan kehutanan diminta mengaktifkan kembali sarana dan prasarana pengendalian kebakaran.
“Kita mengimbau perusahaan mengaktifkan RPK (regu pemadam kebakaran), memastikan embung dan kanal berfungsi dengan baik. Ini penting agar saat kemarau kita punya sumber air,” pungkasnya.





