ISLAMABAD, KOMPAS.TV — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuju Pakistan pada Jumat (24/4/2026), untuk menghadiri putaran kedua negosiasi gencatan senjata.
Araghchi menulis di X bahwa ia sedang dalam perjalanan ke Pakistan, Oman, dan Rusia dalam kunjungan yang berfokus pada masalah bilateral dan perkembangan regional.
Namun demikian, Gedung Putih belum menanggapi pertanyaan tentang perjalanan Araghchi ke Pakistan dan apakah delegasi AS juga akan ikut ke sana.
Kunjungan ini terjadi ketika sebagian besar dunia berada dalam keadaan tegang akibat perang yang telah menghambat ekspor energi penting melalui Selat Hormuz, mengaburkan gambaran ekonomi global, dan menyebabkan ribuan orang tewas di Timur Tengah.
Baca Juga: Kapal Tanker Majestic X yang Menuju China Disita AS, Diklaim Bawa Minyak Iran & Langgar Sanksi
Dikutip dari The Associated Press, sebelumnya dua pejabat Pakistan mengatakan bahwa Araghchi sedang menuju Pakistan dengan delegasi pemerintah kecil. Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Islamabad telah berupaya untuk menghidupkan kembali momentum negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat, yang seharusnya dilanjutkan minggu ini tetapi belum terwujud.
Sebelumnya, pekan ini Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata tanpa batas waktu dengan Iran. Hal ini dilakukan untuk menghormati permintaan Islamabad agar mendapatkan waktu lebih banyak untuk mengusahakan jalur diplomatik.
Namun hal itu belum menurunkan ketegangan di Selat Hormuz. Iran tetap mempertahankan kendalinya atas lalu lintas melalui selat tersebut dan menyerang tiga kapal awal pekan ini. Sementara itu, AS mempertahankan blokade pelabuhan Iran dan memerintahkan militer untuk menembak dan membunuh kapal-kapal kecil yang mungkin memasang ranjau.
Baca Juga: Presiden Iran Bantah Klaim Trump Negaranya Pecah: Pemerintah dan Rakyat Bersatu Solid
Penulis : Tussie Ayu Editor : Desy-Afrianti
Sumber : The Associated Press
- gencatan senjata
- araghchi bertolak ke pakistan
- perundingan damai





