AS Mencegat Kapal Tanker Iran hingga ke Asia, Analis: Selat Malaka Jadi Fokus Baru

erabaru.net
19 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Blokade laut yang dilakukan militer Amerika Serikat terhadap Iran kini semakin meluas hingga ke perairan Asia. Dalam beberapa hari terakhir, militer AS mencegat sedikitnya tiga kapal tanker berbendera Iran di perairan dekat India, Malaysia, dan Sri Lanka, serta memaksa kapal-kapal tersebut mengubah haluan. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Pada saat yang sama, masa gencatan senjata sementara tampaknya belum benar-benar berjalan. Ketegangan antara AS dan Iran kini semakin bergeser ke wilayah laut, dengan eskalasi yang terus meningkat.

Menurut sumber, kapal tanker yang ditahan termasuk kapal besar “Deep Sea”, yang diketahui mengangkut sebagian minyak mentah dan terakhir terdeteksi sinyalnya seminggu lalu di lepas pantai Malaysia.

Kapal lain, “Seven”, juga terpantau membawa sekitar 650 ribu barel minyak mentah, dengan lokasi terakhir yang sama di perairan Malaysia.

Selain itu, kapal tanker super besar “Dorena” yang membawa sekitar 2 juta barel minyak mentah, dicegat tiga hari lalu di lepas pantai India selatan.

Meskipun AS dan Iran sedang berada dalam masa gencatan senjata sementara, militer AS tidak hanya terus memblokade pelabuhan Iran, tetapi juga memperluas operasi hingga kawasan Indo-Pasifik. Presiden Trump pada Kamis menyatakan bahwa blokade lebih efektif daripada pemboman dalam memberikan efek jera terhadap Iran.

Sejak blokade terhadap pelabuhan Iran diberlakukan, sebanyak 31 kapal telah diperintahkan untuk berbalik arah atau kembali ke pelabuhan.

Langkah ini dinilai sebagai upaya kuat untuk memutus sumber pendanaan utama rezim Iran, sekaligus menghentikan jalur pembelian minyak ilegal oleh Tiongkok.

Analis politik Li Linyi mengatakan bahwa tindakan AS yang mencegat kapal tanker Iran di seluruh dunia memiliki tujuan yang sangat jelas. Lebih dari 90% minyak Iran dijual ke Tiongkok, sehingga operasi ini pada dasarnya bertujuan untuk memutus aliran tersebut. Ia juga menambahkan bahwa tanpa pembelian minyak oleh Tiongkok, rezim Iran kemungkinan tidak akan mampu bertahan hingga saat ini.

Para analis juga menilai bahwa operasi militer AS kemungkinan akan meluas ke jalur pelayaran penting seperti Selat Malaka.

Ketua Partai Sosial Demokrat Tiongkok, Liu Yinquan, menyatakan bahwa mengendalikan Selat Hormuz saja tidak cukup, karena sebagian besar minyak telah keluar dari wilayah tersebut. Minyak dapat diangkut melalui pesisir Iran, Pakistan, dan India menuju laut lepas. Jika Selat Malaka dikendalikan, maka minyak tersebut tidak akan bisa mencapai Tiongkok. Ini dinilai sebagai langkah kunci untuk memutus jalur pertukaran minyak Iran dengan senjata dan bahan strategis.

Selama masa sanksi AS, Iran dan Tiongkok telah lama melakukan perdagangan minyak melalui “armada bayangan”, dengan rute utama melewati Selat Malaka. Saat ini dilaporkan sekitar 140 juta barel minyak Iran tertahan di laut di luar area blokade.

Liu Yinquan menambahkan, dampaknya terhadap Tiongkok akan sangat besar karena pasokan minyak bisa menjadi ketat, yang juga dapat mempengaruhi strategi Tiongkok terhadap Taiwan. Sementara itu, jika minyak Iran tidak dapat dijual, sumur-sumur minyaknya bisa dihentikan produksinya dan berpotensi rusak permanen.

Pengamat lain juga mencatat bahwa sejak pemerintahan Trump menekan Venezuela, AS tampaknya telah menyesuaikan strategi globalnya dengan fokus melemahkan basis geopolitik Tiongkok di luar negeri, sebagai bagian dari upaya pembendungan yang lebih luas. (Hui)

Laporan oleh Chen Yue dan Chang Chun, New Tang Dynasty Television.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
22 Alat Berat di TPA Burangkeng Setop Beroperasi, Penataan dan Pengolahan Sampah Terganggu
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Profil Agnes Rahajeng, Wakil Banten yang Jadi Puteri Indonesia 2026
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
BPDP Gandeng AKPY-STIPER Dorong Inovasi dan Perkuat Citra Positif Industri Sawit Nasional
• 3 jam lalupantau.com
thumb
Batam Jadi Tulang Punggung Investasi Kepulauan Riau di 2026
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Selain Pendidikan, Menko AHY Sebut Pembangunan Sekolah Rakyat Gerakkan Ekonomi Lokal Kulon Progo
• 5 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.