Kemenangan ini menempatkan sang juara bertahan di posisi yang sangat menguntungkan untuk meraih gelar back-to-back. Laga grand final menggunakan sistem best of three, alias dibutuhkan dua kemenangan untuk menjadi juara. Jalannya Pertandingan Set pertama, JPE sempat mengalami kesulitan. Pertandingan sempat berjalan alot saat skor imbang 10-10. Namun, Gresik Phonska berhasil menemukan celah dan terus memimpin hingga posisi matchpoint. Upaya terakhir dari Irina Voronkova berhasil diredam oleh blok rapat pemain Gresik, menutup set pertama 19-25.
Set 2, momentum kebangkitan diperlihatkan saat Megawati Hangestri langsung menghentak lewat servis ace di awal set. JPE mendominasi jalannya laga dengan keunggulan jauh 14-8. Kesalahan serangan dari Shella Bernadetha akhirnya memastikan JPE menang 25-19 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Set ketiga, kepercayaan diri JPE sebagai juara bertahan terus meningkat. Walau Gresik sempat mencuri poin pertama lewat monster block, JPE tampil lebih tenang dan taktis. Keunggulan 17-12 terus dijaga hingga servis ace Shindy Sasgia menutup set ini dengan skor identik 25-19.
Set keempat menjadi set penentuan buat JPE. Laga sempat memanas kembali saat kedua tim saling kejar poin hingga 17-17. Namun, JPE terbukti lebih klinis di poin-poin kritis. Smash keras pemain asing mereka, Wilma Alishanova (Salas), menjadi penutup kemenangan JPE di set keempat. Menuju Juara Proliga 2026 Dengan keunggulan 1-0, Jakarta Pertamina Enduro kini berada di atas angin. Skenario untuk mempertahankan gelar sangat sederhana:
Gim 2, JPE hanya butuh satu kemenangan lagi untuk memastikan trofi juara tetap di tangan mereka. Sementara Gresik Phonska, Harus memenangkan gim ini untuk memaksa pertandingan berlanjut ke babak penentuan.
Konsistensi Megawati Hangestri dan tajamnya lini serang pemain asing JPE menjadi kunci utama jika mereka ingin memastikan gelar back-to-back di laga selanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RIZ)





