PANDEGLANG, KOMPAS.TV - Seorang ibu rumah tangga di Cibitung, Pandeglang, Banten, seorang diri membesarkan dua anaknya di tengah keterbatasan ekonomi.
Selama 10 tahun, mereka bertahan di rumah yang nyaris roboh tanpa listrik dan fasilitas layak.
Sebuah gubuk di tengah perkebunan di Kampung Balengbeng, Cibitung, Pandeglang, Banten, menjadi tempat A’am merajut hari bersama dua buah hatinya.
Kondisi ekonomi yang terbatas membuat A’am dan kedua anaknya bernaung di bangunan yang jauh dari kata layak.
Dinding bambu yang rapuh nyaris ambruk dimakan usia. Bahkan saat hujan, air kerap masuk ke dalam rumah.
Saat malam, A’am dan anaknya mengandalkan lampu minyak sebagai penerangan karena tak ada aliran listrik.
Kehidupan serba terbatas ini dijalani A’am selama 10 tahun. Ia tak punya pilihan lain karena penghasilannya tak menentu sebagai pekerja serabutan.
Untuk makan sehari-hari, terkadang ia mengandalkan bantuan warga.
A’am hanya berharap ada perhatian dari pemerintah maupun para dermawan untuk membantu memperbaiki rumahnya, agar keluarganya bisa tinggal di tempat yang lebih layak dan aman.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga: Penyanyi Rizki Ridho Tunaikan Haji Bersama Ibu, Gantikan Ayah yang Telah Wafat
#miskin #gubuk #ekonomi #pandeglang #keluargamiskin
Penulis : Shinta-Milenia
Sumber : Kompas TV
- pandeglang
- keluarga miskin
- rumah tak layak
- listrik
- gubuk





