Penulis: Ikhsan
TVRINews, Kabupaten Lombok Tengah
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) bersama InJourney Tourism Development Corporation menanam 15.000 bibit mangrove di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program lingkungan “InJourney Green” yang berfokus pada rehabilitasi ekosistem pesisir dan penguatan pariwisata berkelanjutan.
Program tersebut menjadi kelanjutan dari penanaman mangrove yang telah dilakukan sebelumnya, dengan tujuan menjaga fungsi ekologis kawasan pesisir sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.
Penanaman dilakukan berdasarkan kajian teknis Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan Institut Pertanian Bogor yang mengidentifikasi kondisi mangrove di KEK Mandalika.
Hasil kajian menunjukkan ekosistem mangrove di kawasan tersebut didominasi fase pertumbuhan pancang dengan tinggi rata-rata 3–5 meter serta substrat campuran lumpur dan pasir padat yang dipengaruhi pasang surut.
Rehabilitasi difokuskan di Area 22 seluas sekitar 1.500 meter persegi dan Area 23 sebagai lanjutan, dengan total cakupan mencapai sekitar 5,2 hektare. Jenis mangrove yang ditanam meliputi Rhizophora apiculata, Rhizophora mucronata, dan Rhizophora stylosa.
Pelaksanaan program melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan NTB dan Lombok Tengah, hingga akademisi dan masyarakat lokal. Kegiatan juga mendapat dukungan teknis dari PKSPL IPB serta penyediaan bibit oleh Universitas Mataram.
Selain aspek lingkungan, program ini juga diarahkan untuk memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan.
Rehabilitasi mangrove dinilai berperan penting dalam menjaga garis pantai, meningkatkan keanekaragaman hayati, serta mendukung sektor pariwisata berbasis keberlanjutan di Mandalika.
Melalui langkah ini, pengembangan KEK Mandalika diharapkan tetap seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan pesisir.
Editor: Redaktur TVRINews





