Rano Karno Temukan Masalah Status Lahan di Kemayoran, Sudah 35 Tahun Tak Selesai

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menemukan persoalan terkait status kepemilikan lahan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Masalah ini dinilai menghambat realisasi pembangunan di sana.

Ini disampaikan Rano dalam kegiatan “Bang Doel Sapa Warga” di Kampung Wisata Eduwisata Bhinneka, Kebon Kosong, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (24/3). Dalam kunjungan itu, Rano mendengar langsung berbagai aspirasi warga terkait pembangunan wilayah yang belum terealisasi.

“Tapi tadi setelah saya mengamati, ternyata memang ada permasalahan utama yang besar, yaitu status tanah di sini. Nah itu insyaallah maka saya bilang ini harus segera dirataskan,” ujar Rano.

Rano bilang, di Kemayoran terdapat ketidakjelasan status kepemilikan lahan. Ada sebagian lahan yang masih merupakan milik Pemprov Jakarta, namun ada pula sebagian yang milik Sekretariat Negara (Setneg).

“Kalau sejarahnya kan dulu ini Bandara Kemayoran sebelum pindah ke Cengkareng. Sebagian mungkin milik Pemprov DKI, tapi sebagian memang milik Sekretariat Negara. Nah, itu yang mesti kita tanyakan," katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat pemerintah daerah tidak dapat sepenuhnya melakukan intervensi pembangunan, termasuk perbaikan infrastruktur dasar di lingkungan warga.

“Saya ibaratkan, saya tinggal di Bumi Karang Indah yang jalan nggak bisa diaspal karena apa? Perumahan belum nyerahin aset. Jadi nggak bisa diperbaiki, ya itu memang sudah mekanismenya,” jelasnya.

Di sisi lain, Rano juga menyoroti keberadaan rumah susun di kawasan tersebut yang bukan merupakan aset Pemprov DKI Jakarta, melainkan milik Perumnas. Hal itu turut menimbulkan pertanyaan warga, termasuk terkait Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta masa pengelolaan yang disebut akan berakhir pada 2026.

“Di sini kan yang menjadi unik, di sini ada Rumah Susun. Saya juga agak terkejut kok ada PBB gitu kan? Oh ternyata ini bukan rumah susun DKI tapi ini Perumnas zaman dulunya,” jelas dia.

Karenanya, Rano mengaku akan segera membereskan masalah ini. Apalagi, persoalan itu sudah terjadi berlarut-larut.

“Nanti kita akan coba bantu lah. Karena tadi kan juga didengar sudah hampir 35 tahun nggak terjawab-jawab gitu kan. Udah insyaallah nanti coba kita tanyalah. Intinya itu,” kata Rano.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Usulan KPK soal Capres dari Kader Partai Dinilai Belum Sentuh Akar Korupsi
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Iran Kecam Usulan AS Mengganti Timnya dengan Italia di Piala Dunia
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Stok Beras Nasional Tembus 5 Juta Ton, Pemerintah Klaim Rekor Tertinggi
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Rinnai Luncurkan Kompor Pintar di Makassar, Jawab Kebutuhan Dapur Masa Kini
• 11 jam laluterkini.id
thumb
Izin Lintas Udara AS Disorot: Menhan Gelar Diskusi, China Ingatkan Potensi Langgar Piagam ASEAN
• 6 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.