Bisnis.com, MALANG—Realisasi penyerapan beras oleh Bulog Malang mencapai 55,1 juta kg atau setara 108,1 juta kg gabah kering panen (GKP) sampai dengan Kamis (23/4/2026).
Pemimpin Cabang BULOG Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, menegaskan hal itu saat menerima rombongan pelajar Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Malang itu tiba di gudang Bulog Kebon Agung, ke sawah melihat panen, serta proses penggilingan pada Kamis (23/4/2026).
“Dengan penyerapan sebesar itu, maka stok beras kami melimpah. Stok kami mencapai 79.000 ton atau 79 juta kg,” ucapnya dikutip Jumat (24/4/2026).
Dengan beras sebanyak itu, dia meyakinkan, cukup untuk memenuhi kebutuhan penyaluran selama 10-11 bulan.
Menurutnya, penyerapan beras sebanyak 55,1 juta kg itu setara dengan dengan 45,49% dari target.
Meski begitu, dia optimistis, target sebesar itu dapat terpenuhi karena beras di tingkat petani hasil mustim tanam I masih banyak. HPP juga juga kompetitif.
Baca Juga
- Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Bulog Kaltim-Kaltara Optimalkan Gudang Sewa
- Bulog Bangun 100 Gudang Baru, Zulhas: Beras Bisa Tahan hingga 2 Tahun
- Harga Plastik Naik, Bulog Pakai Stok Kemasan Lama untuk Beras SPHP
Sementara itu, saat melakukan kunjungan ke Bulog Malang, para sikswa diberikan singkat olej petugas tentang fungsi Bulog, mulai dari pengadaan, penyimpanan, hingga distribusi beras kepada masyarakat.
Para siswa tampak kagum melihat tumpukan karung beras yang tersusun rapi dan terjaga kebersihannya serta jumlahnya yang banyak.
Mereka diajak memahami bagaimana proses penyimpanan dilakukan agar kualitas beras tetap terjaga dalam jangka waktu tertentu. Petugas juga menjelaskan tentang sistem pengawasan stok, pengendalian hama, serta pentingnya menjaga kelembapan gudang.
Anung, panggilan akrab M. Nurjuliansyah Rachman, mengatakan kunjungan ini bukan sekadar wisata biasa, melainkan bagian dari edukasi untuk mengenal lebih dekat peran penting Bulog dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Para siswa juga diberikan pemahaman tentang peran Bulog dalam menstabilkan harga pangan di pasar.
Dia meyakinkan pula, kegiatan ini membuka wawasan mereka bahwa sektor pangan memiliki peran strategis dalam kehidupan sehari-hari.
Dari penjelasan Anung, para siswa menyadari bahwa gudang Bulog bukan sekadar tempat penyimpanan beras, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Wisata edukasi ini memberikan pengalaman berharga, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan bagi masa depan bangsa.
“Kegiatan ini penting bagi siswa dan kami untuk memberikan edukasi dan literasi pangan. Jadi pangan yang beredar di pasar untuk butuh proses yang panjang sehingga akhirnya bisa dikonsumsi,” ujarnya.





