TANGERANG, KOMPAS.TV - Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap maraknya penipuan berkedok tawaran kerja sampingan melalui grup Telegram.
Fenomena ini kerap muncul dengan iming-iming pekerjaan mudah dengan keuntungan besar dalam waktu singkat.
Tapi di balik itu, pelaku memanfaatkan celah psikologis korban untuk menarik mereka masuk ke dalam skema penipuan.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany mengatakan, modus ini umumnya dikenal sebagai “misi berbayar”.
Baca Juga: Menaker Kaji Pembagian Uang Saku Magang Nasional dengan Perusahaan
“Waspadai jika diminta mentransfer sejumlah uang atau deposit dengan dalih misi besar untuk mendapat keuntungan berlipat,” kata Mugiya seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/4/2026).
Ia menerangkan, korban biasanya dimasukkan ke dalam grup Telegram tanpa persetujuan. Setelah itu, mereka diberi tugas sederhana seperti menyukai konten atau mengikuti akun tertentu.
Pada tahap awal, pelaku bahkan memberikan komisi kecil untuk membangun kepercayaan. Namun, skema berubah ketika korban diminta menyetor sejumlah uang dengan janji imbal hasil lebih besar.
Tidak jarang, pelaku juga mencatut nama institusi keuangan ternama untuk meyakinkan korban.
Baca Juga: ESDM Siapkan Payung Hukum Impor 150 Juta Barel Minyak Rusia, Skema BUMN atau BLU Dikaji
Penulis : Dina Karina Editor : Desy-Afrianti
Sumber :
- penipuan lowongan kerja telegram
- penipuan misi berbayar telegram
- grup telegram
- ciri penipuan telegram





