Rute Arktik Bisa Pangkas Jarak, tapi Premi Asuransi Justru Melonjak

wartaekonomi.co.id
14 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kawasan Arktik kini mulai dilirik sebagai alternatif rute perdagangan global karena mampu memangkas jarak tempuh. Sayangnya, peluang itu dihantui dengan risiko tinggi dan biaya asuransi yang lebih mahal.

Melansir dari InsuranceAsia, Coface baru saja merilis analisis terbarunya yang menyebutkan bahwa rute ini belum menjadi pengubah utama peta perdagangan global, melainkan hanya kompetitif pada segmen tertentu.

Dikatakan bahwa rute Arktik dapat mempersingkat perjalanan antara Asia Timur dan Eropa Utara atau Amerika Utara hingga 20%-40%. Namun, industri asuransi belum menyesuaikan struktur biaya perlindungan untuk hal itu.

“Rute Arktik dapat memangkas jarak pelayaran antara Asia Timur dan Eropa Utara atau Amerika Utara sebesar 20% hingga 40%, tetapi dari sisi asuransi hasilnya masih beragam,” tulisnya pada Jumat (24/4/2026).

Diperkirakan, penambahan premi bisa sampai 40% untuk pelayaran di kawasan Arktik karena berbagai risiko seperti kondisi es, lokasi yang terpencil, serta tantangan operasional yang lebih kompleks dibandingkan rute tradisional.

Sebagai pembanding, ia mencontohkan premi risiko untuk kapal yang melintasi Terusan Suez berada di kisaran 0,07% dari nilai kapal, berdasarkan tarif sebelum gangguan keamanan di Laut Merah.

Selain itu, Coface juga menekankan bahwa pelayaran Arktik hanya relevan bagi segmen tertentu, khususnya kargo curah. 

“Kargo curah (bulk cargo) merupakan segmen yang paling cocok untuk rute Arktik. Kargo curah cair dapat menghemat biaya transportasi hingga 45%–50% pada beberapa rute,” tulisnya.

Dari sisi profil risiko, pelayaran Arktik tentu berbeda dibandingkan dengan jalur konvensional karena kapal yang beroperasi di kawasan ini kerap membutuhkan pendamping kapal pemecah es atau desain lambung khusus, sementara kondisi es laut yang dinamis meningkatkan ketidakpastian operasional.

Baca Juga: Geopolitik Memanas, Industri Asuransi Kelautan Kena Imbas

Selain itu, ada pula risiko lain yakni potensi tumpahan minyak, emisi karbon hitam, serta polusi suara di kawasan yang tergolong rentan.

Jadi, pelayaran Arktik memang menjanjikan efisiensi. Sayangnya, peluangnya terbatas, biaya asuransinya mahal, dan masih banyak risiko yang perlu dipikirkan oleh industri secara matang agar menjadi “game changer”.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hadiah HUT ke-30 Kota Kupang: Wali Kota Raih Penghargaan Strategic Leadership di Tingkat Nasional
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Song Mino Terancam 1,5 Tahun Penjara Terkait Pelanggaran UU Wajib Militer
• 9 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Hydroplus Soccer League: Bungkam Si Jalak Putri 4-0, Mojang Priangan Semakin Kukuh di Puncak Klasemen
• 3 jam lalubola.com
thumb
Kabar Duka: Praka Rico Wafat Usai Dirawat Akibat Serangan di Lebanon
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Muzani Soroti Produksi Susu RI Rendah, Targetkan Dataran Tinggi Jadi Sentra
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.