TABLOIDBINTANG.COM - Rapper sekaligus anggota grup WINNER, Song Mino, menghadapi tuntutan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan akibat dugaan pelanggaran kewajiban wajib militer (wamil).
Tuntutan tersebut dibacakan oleh jaksa dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Distrik Seoul Barat pada 21 April 2026. Dalam persidangan, jaksa mengungkapkan bahwa Mino diduga tidak menjalankan tugasnya dengan baik selama masa dinas.
Menurut data yang dipaparkan, Mino tercatat absen selama 102 hari tanpa alasan yang jelas dari total 430 hari masa tugasnya sebagai petugas pelayanan publik di The Mapo Resident Welfare Facility. Ia juga disebut kerap mengajukan izin sakit tanpa disertai dokumen pendukung yang memadai.
“Intinya, Song Mino tidak menjalankan tugas yang seharusnya diselesaikan selama masa tugasnya di militer,” ujar jaksa dalam sidang perdana kasus dugaan pelanggaran wajib militer seperti dikutip dari SPOTV News, pada Rabu (22/4).
Dalam persidangan tersebut, Mino memilih untuk tidak membela diri. Ia justru menyampaikan penyesalan secara terbuka atas tindakannya.
“Aku tidak akan menjadikan penyakitku (bipolar dan gangguan panik) sebagai alasan. Faktanya, aku gagal memenuhi tanggung jawabku sebagai anak muda Korea,” katanya.
Pelantun lagu Run Away itu juga mengakui bahwa sebagai figur publik, dirinya merasa bersalah karena telah memberikan contoh yang kurang baik.
“Sebagai public figure, aku sangat menyesal karena melakukan hal yang memalukan. Aku tak mampu menjadi contoh bagi banyak orang. Sekali lagi, aku sangat menyesali keputusanku.”
Kasus ini pertama kali mencuat setelah media Korea Selatan, Dispatch, merilis laporan investigasi pada 2024. Dalam laporannya, disebutkan bahwa Mino kerap melakukan absensi secara manual dan tidak menjalankan tugas secara penuh.
“Sekalipun datang, Song Mino hanya akan ‘singgah sejenak’ lalu berbaring dan bermain game sebelum akhirnya dia pulang,” tulis Dispatch dalam artikelnya pada 2024.
Menanggapi pemberitaan tersebut, agensi Mino, YG Entertainment, sebelumnya telah memberikan klarifikasi. Mereka menyebut bahwa sang artis mengambil izin sakit untuk menjalani perawatan terkait kondisi bipolar dan gangguan panik yang dialaminya. Selain itu, agensi menegaskan bahwa cuti yang diambil telah sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pihak The Mapo Resident Welfare Facility juga sempat memberikan pernyataan serupa terkait izin yang digunakan oleh Mino selama bertugas.
Namun, kasus ini terus berlanjut setelah Kepolisian Nasional Korea Selatan melakukan penyelidikan mendalam. Mino diketahui telah menjalani pemeriksaan sebanyak tiga kali, yakni pada 23 Januari, 15 Februari, dan 26 Februari 2025.
Hasil investigasi menunjukkan adanya pelanggaran terhadap Undang-Undang Wajib Militer, sehingga kasus ini kemudian dilimpahkan ke kejaksaan dan resmi disidangkan pada April 2026.




