Tarif bus TransJakarta (TransJ) Rp 3.500 sedang dikaji untuk dinaikkan. Pemprov DKI Jakarta menilai kajian kenaikan tarif bus TransJakarta sebagai hal yang lumrah.
"Kajian yang dilakukan PT TransJakarta adalah hal yang lumrah. Tarif Rp 3.500 memang sudah bertahan sejak 2005 (21 tahun), sementara biaya operasional terus meningkat karena inflasi, harga energi, pemeliharaan armada (termasuk bus listrik), dan ekspansi layanan," ujar Staf Khusus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim, kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026).
Meski begitu, keputusan akhir ada di tangan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan DPRD melalui APBD. Pemprov DKI Jakarta mempertimbangkan sejumlah hal terkait kenaikan tarif TransJ.
"Pemprov mengedepankan kehati-hatian, mempertimbangkan daya beli masyarakat dan kondisi ekonomi. Belum ada keputusan kenaikan tarif di 2026; prioritas tetap menjaga layanan berkualitas dengan subsidi yang efisien," sambungnya.
Chico menambahkan saat ini subsidi TransJakarta di APBD 2026 sekitar Rp 3,7 triliun. Chico mengatakan cost recovery hanya sekitar 14%.
"Pendapatan tiket menutup hanya 14% biaya operasional. Sisanya ditanggung APBD dari pajak masyarakat," lanjutnya.
Ia mengatakan subsidi per penumpang mencapai Rp 9.000-Rp 10.000 per perjalanan. Seharusnya, total biaya per trip sekitar Rp 13.000.
(isa/jbr)





