Peluang BRPT dan TPIA Tadah Dana Pasif Global usai Pengumuman MSCI

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Pengumuman terbaru MSCI pada 20 April 2026 langsung direspons pasar dengan kekhawatiran outflow dana asing. Namun, Tim Riset Henan Putihrai Sekuritas justru melihatnya dari perspektif berbeda.

Dalam riset yang terbit 23 April 2026, sekuritas justru melihat adanya potensi pasif inflow asing dari rotasi portofolio Exchange-Traded Fund (ETH) yang akan efektif 1 Juni 2026 pada saham-saham anggota indeks yang sudah underweight, yaitu PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA). 

Sekuritas mencatat, tujuh holding ETF pasif berbasis indeks MSCI dengan total asset under management (AUM) sekitar US$73,9 miliar menunjukkan pola rotasi yang tidak seragam selama Februari hingga pertengahan April 2026. Pola ini mengindikasikan potensi dislokasi harga pada saham-saham non-HSC yang saat ini berada pada posisi underweight struktural di salah satu ETF global terbesar.

Dari tujuh holding ETF tersebut, sekuritas mencatat pola menarik ditunjukkan oleh ACWI US. ETH dengan dana AUM US$28 miliar ini selama Februari-April 2026 melakukan penambahan share creation 4,7% sampai 5,4%, sedangkan saham-saham Indonesia di MSCI seperti AMMN, BRPT, UNTR, GOTO, CPIN dan AMRT dikecualikan pada 0%.

Ini artinya, saham yang tidak mendapat tambahan porsi tetap berpotensi mengalami tekanan beli saat rebalancing karena ETH perlu menyesuaikan posisi mereka agar sesuai dengan komposisi indeks. Dalam mekanismenya, forced buying dapat terjadi pada saham-saham yang sudah underweight.

"Pada saat bobot MSCI baru berlaku efektif pada 1 Juni 2026, ETF pasif yang bersangkutan akan terikat secara metodologis untuk melakukan rebalancing ke target weight yang baru. Ini mengindikasikan arus beli pasif pada saham-saham yang masih berada pada posisi underweight," tulis sekuritas.

Baca Juga

  • Diwarnai Sentimen Moneter BI hingga MSCI, IHSG Ditutup Melemah ke 7.541
  • MI Sebut Untung-Rugi Pengumuman MSCI Terhadap IHSG
  • Efek Domino Rebalancing MSCI: Mengukur Risiko Outflow Asing dari BREN & DSSA

Sebagaimana diketahui, MSCI mengumumkan akan mendepak saham Indonesia yang masuk di dalam daftar saham terkonsentrasi atau high shareholding concentration (HSC) yang dirilis BEI, serta saham dengan free float market cap di bawah threshold minimum US$2,1 miliar. Dari syarat ini, BRPT dan TPIA menjadi kandidat terkuat.

Sekuritas mencatat free float market cap BRPT pada publikasi MSCI per Mei 2026 mencapai US$2,7 miliar dan tak masuk di daftar HSC per data 2 April 2026. BRPT juga masuk pada posisi underweight struktural di ACWI US setelah dua periode pengecualian dari share creation. Sementara itu, free float market cap TPIA per Mei 2026 sebesar US$3 miliar dan tak masuk dalam daftar HSC. 

Dengan demikian, apabila MSCI menerapkan deferral terhadap proforma FIF pada 12 Mei 2026, dengan mempertimbangkan pernyataan eksplisit bahwa data kepemilikan threshold 1% belum sepenuhnya dijadikan acuan hingga review selesai, maka bobot kedua saham di indeks tidak mengalami penurunan pada siklus ini.

"Dan pada saat yang bersamaan forced buying dari rebalancing ETF tetap berjalan sesuai jadwal," ujar sekuritas.

Sebagai catatan, sekuritas menekankan bahwa skenario tersebut akan bergantung pada sejumlah variabel yang belum pasti, antara lain keputusan MSCI pada 12 Mei, kondisi pasar global, serta perkembangan reformasi transparansi yang masih berjalan di OJK dan BEI. 

Adapun, pada penutupan pasar Jumat (24/4/2026), saham TPIA terkoreksi 2,44% ke Rp6.000, mencerminkan pelemahan 14,29% sejak awal tahun. Sedangkan, BRPT ditutup ambles 7,76% ke Rp2.020, atau mengalami koreksi 38,23% secara YtD.

____

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BPBD DKI Sebut 5 Kelurahan Ini Paling Rawan Kebakaran, 80% Dipicu Korsleting
• 23 jam laludetik.com
thumb
Link Nonton Tim Indonesia di Uber Cup 2026, Cek Infonya!
• 3 jam lalumedcom.id
thumb
Menlu Iran Tiba di Pakistan Temui AS
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Purbaya Ungkap Alasan Copot Dua Dirjen di Kementerian Keuangan
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Dapat Restu OJK, Muhammad Awaluddin Resmi Jadi Dirut Jasa Raharja
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.