Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menunjuk Pelaksana Harian (Plh) untuk mengisi posisi Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSF) serta Direktur Jenderal Anggaran.
Posisi DJSF kini diisi sementara oleh Ferry Ardianto yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Strategi Kesejahteraan dan Pemerataan Ekonomi Kemenkeu. Sementara itu, jabatan Dirjen Anggaran diisi sementara oleh Sudarto yang sebelumnya merupakan Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara.
“Untuk (Dirjen) Anggaran, Pak Sudarto. Untuk DJSF, Pak Ferry,” kata Purbaya dalam Media Briefing di BPPK Purnawarman Kampus, Jakarta Selatan, Jumat (24/4).
Purbaya menegaskan, pergantian tersebut merupakan bagian dari rotasi jabatan yang bersifat rutin. Namun, ia juga membenarkan adanya sejumlah informasi beredar dari internal kementerian yang menjadi salah satu alasan dirinya mencopot dua dirjen sebelumnya.
“Tapi yang jelas selalu ada berita dari sini, dari Kementerian Keuangan yang berita keluar. Yang pertama katanya uangnya (pemerintah) cuma 3 minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal 120 (triliun),” tutur Purbaya.
Ia menjelaskan perbedaan pendapat di internal sebenarnya hal yang wajar, tetapi penyampaian data yang tidak konsisten atau menyesatkan dinilai dapat menimbulkan persepsi yang keliru di publik.
“Kalau perbedaan pendapat nggak apa-apa. Kalau keluar angka yang berbeda itu, kan, udah misleading. Seperti bilangannya punya 3 minggu udah habis uangnya,” ucap Purbaya.
Selain itu, Purbaya juga menyinggung adanya informasi negatif yang beredar mengenai dirinya secara pribadi, yang disebutnya berasal dari internal dan tidak sesuai dengan fakta. “Terus yang gue agak heran ada yang bilang saya nggak bisa bahasa Inggris, dan kalau bisa jangan dibawa ketemu investor karena dia akan mengacaukan katanya. Itu (omongan) dari internal,” sebut Purbaya.
Sebelumnya, Purbaya membenarkan telah memberhentikan Febrio Nathan Kacaribu dari jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal serta Luky Alfirman dari jabatan Dirjen Anggaran.





