Jakarta: Di tengah meningkatnya kasus obesitas, diabetes, dan penyakit kronis di Indonesia, pemerintah mulai menerapkan label nutri lebel pada produk pangan dan minuman. Kebijakan ini dirancang untuk memudahkan masyarakat membaca kandungan gula, garam, dan lemak secara cepat sebelum membeli produk.
Lonjakan konsumsi minuman manis, makanan olahan, dan gaya hidup kurang gerak dinilai menjadi faktor yang mempercepat munculnya obesitas, hipertensi, diabetes melitus, hingga penyakit jantung pada usia yang semakin muda. Kondisi ini membuat edukasi gizi menjadi kebutuhan mendesak.
Baca Juga :
Label Gizi Nutri-Level Kemenkes, Pakar Ungkap Tantangan ImplementasiIa mengingatkan, gula kerap hadir dalam bentuk yang tidak disadari, mulai dari sirup, kecap, saus, minuman kemasan, hingga berbagai nama lain di label komposisi produk. Akibatnya, banyak orang mengonsumsi gula melampaui batas harian tanpa menyadarinya.
Baca Juga :
Baca Label Nutri Level, Pilih Minuman KemudianMelalui label nutri level, konsumen diharapkan dapat lebih mudah membandingkan produk dan memilih asupan yang lebih sehat.
Dokter Ngabila menilai, langkah sederhana berupa pencantuman label di bagian depan kemasan dapat menjadi instrumen penting untuk menekan beban penyakit kronis yang terus meningkat.




