JAKARTA, KOMPAS.com - Pengelola taman di Jakarta menilai keberadaan perpustakaan mini di ruang terbuka hijau masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rendahnya minat baca hingga persoalan perawatan koleksi.
Meski fasilitas tersebut telah disediakan sebagai sarana literasi, pemanfaatannya oleh pengunjung dinilai belum optimal.
Pengelola Tebet Eco Park, Kamil, mengatakan bahwa perpustakaan mini di tempatnya bekerja sejatinya masih digunakan oleh pengunjung.
Baca juga: Adang Pemotor Lawan Arah, Anggota Satpol di Kembangan Jakbar Ngaku Sering Dimaki
Namun, tingkat pemanfaatannya cenderung rendah dibandingkan fasilitas lain di taman.
“Masih aktif digunakan pengunjung, tapi cenderung sepi,” ujar Kamil saat dihubungi, Kamis (23/4/2026).
Kamil mengatakan, engelola tetap berupaya menjaga kondisi koleksi buku agar tetap layak digunakan.
“Sistem pengelolaan dan perawatan kita setiap hari memantau buku-buku tersebut. Dicek kembali apakah setelah dibaca tidak dibereskan atau diletakkan sembarangan, nanti kita susun kembali,” tutur dia.
Namun, Kamil mengakui bahwa perawatan di ruang terbuka memiliki tantangan tersendiri. Selain faktor cuaca, risiko kehilangan dan kerusakan buku juga menjadi perhatian utama.
Ia menilai bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada upaya membangun kebiasaan membaca di masyarakat.
“Tantangan terbesar mungkin kita harus mengedukasikan masyarakat untuk gemar membaca, agar mereka tertarik untuk selalu membaca,” kata Kamil.
Menurut dia, tanpa minat baca yang kuat, fasilitas yang sudah disediakan berpotensi tidak dimanfaatkan secara maksimal.
Untuk itu, pengelola mulai mempertimbangkan berbagai inovasi guna meningkatkan daya tarik perpustakaan mini.
Baca juga: Wali Kota Bekasi Terapkan Pengunaan Bahasa Inggris bagi ASN, Dorong Kompetensi Global
“Inovasi mungkin dari bentuk atau desain perpustakaan mini,” ujar dia.
Selain itu, Kamil juga membuka kemungkinan pengembangan perpustakaan berbasis digital sebagai alternatif untuk menjawab kebutuhan masyarakat modern.
“Dan mungkin juga ada perpustakaan digital untuk mempermudah dan lebih simpel untuk ruang gerak membaca bagi pengunjung,” ucap Kamil.
Dinas: Perpustakaan Taman Jakarta Dikembangkan BertahapDinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta menyatakan bahwa pengembangan perpustakaan mini di taman kota tetap dilakukan.
Upaya ini ditujukan untuk memperluas akses literasi bagi masyarakat di ruang publik.
Kepala Dispusip DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, mengatakan bahwa penyediaan fasilitas tersebut tidak hanya berfokus pada keberadaan fisik, tetapi juga pada relevansi koleksi yang disediakan.
“Dukungan terhadap perpustakaan mini di taman kota kami hadirkan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Nasruddin saat dihubungi.
Ia menjelaskan, koleksi buku yang ditempatkan di taman disesuaikan dengan segmentasi, mulai dari anak-anak, remaja, hingga keluarga.
Hal ini dilakukan agar kehadiran perpustakaan mini dapat lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Baca juga: 4 Pelaku Ganjal ATM Ditangkap Saat Beraksi di Minimarket Larangan Tangerang
“Beberapa tempat kami menyediakan koleksi buku konvensional yang disesuaikan dengan segmentasi pemustaka agar kehadirannya terasa relevan,” kata dia.





