Praka Rico Pramudia menjadi prajurit TNI kedua yang meninggal dunia akibat serangan militer yang diduga dilakukan Israel terhadap posisi Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 29 Maret lalu.
Stephane Dujarric juru vicara Sekretaris Jenderal PBB pada Jumat (24/4/2026) mengatakan, Praka Rico wafat setelah menjalani perawatan medis selama hampir sebulan akibat luka-luka yang dideritanya dalam insiden yang terjadi di Adchit Al-Qusayr itu. Kejadian yang sama juga menyebabkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon.
“Temuan awal UNIFIL dalam penyelidikan mengindikasikan sebuah proyektil yang ditembakkan dari tank Merkava Israel mengenai posisi UNIFIL, mengakibatkan gugurnya Praka Farizal Rhomadhon dan Praka Rico Pramudia,” kata Dujarric dalam pernyataan pers yang disiarkan PBB, Sabtu (25/4/2026).
Antonio Guterres Sekjen PBB menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Praka Rico kepada seluruh keluarga dan para rekannya, serta kepada pemerintah dan rakyat Indonesia.
Dengan gugurnya Praka Rico, sudah enam personel UNIFIL tewas di tengah eskalasi peperangan antara Zionis Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon selatan sejak awal Maret lalu.
“Sekjen PBB kembali mendesak semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan untuk memastikan keamanan dan keselamatan personel PBB,” tutur Dujarric yang dilansir Antara.
Dia menegaskan bahwa personel penjaga perdamaian harus dilindungi karena serangan terhadap mereka merupakan pelanggaran hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701 tahun 2006, dan dapat menjadi tindak kejahatan perang.
Sekjen PBB juga menekankan pentingnya semua bentuk serangan terhadap personel UNIFIL diselidiki secara tuntas dan semua yang bertanggung jawab ditindak secara hukum, kata Dujarric.
Gugurnya Praka Rico menandakan bahwa Indonesia telah kehilangan empat prajurit TNI saat bertugas bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir.
Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon wafat akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam peristiwa yang sama yang awalnya mengakibatkan Praka Rico terluka. Kemudian pada 30 Maret, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.
Di samping Indonesia, Prancis juga kehilangan dua tentaranya yang bertugas bersama UNIFIL usai patroli mereka diserang pada 18 April, di tengah eskalasi ketegangan di Lebanon selatan.(ant/ily)




