Teheran: Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Iran mengklaim bahwa sebagian besar kemampuan rudal miliknya sama sekali belum dikerahkan selama peperangan melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pernyataan bernada ancaman tersebut disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kemenhan Iran, Jenderal Reza Talaei-Nik, pada Sabtu waktu setempat.
"Sebagian besar kemampuan rudal Iran masih belum digunakan," tegas Jenderal Talaei-Nik, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu, 25 April 2026.
Jenderal Talaei-Nik berargumen bahwa pasukan militer Iran berhasil mempertahankan keunggulannya sepanjang konflik bersenjata berlangsung.
Ia secara gamblang mengklaim bahwa Teheran mendominasi wilayah udara. "Pasukan kami mempertahankan superioritas udara penuh atas wilayah pendudukan Zionis (Israel), dan (hanya) sebagian dari kemampuan rudal kami yang digunakan selama perang 40 hari tersebut," urainya.
Tak hanya berjaya di udara, Kemenhan Iran juga menyoroti konfrontasi angkatan laut yang terjadi di perairan. Jenderal Talaei-Nik mengklaim bahwa kapal-kapal perang musuh berulang kali terpaksa mundur hingga ratusan kilometer dari Laut Oman. Hal tersebut diklaim sebagai respons atas tindakan tegas yang ditunjukkan oleh pasukan angkatan laut Iran.
Sebagai informasi, perang besar antara AS-Israel melawan Iran yang pecah sejak 28 Februari lalu telah berdampak sangat signifikan terhadap lalu lintas pelayaran global.
Pengiriman barang melalui Selat Hormuz dilaporkan terganggu parah. Kondisi ini secara langsung mengguncang stabilitas pasar energi global dan meningkatkan kekhawatiran dunia akan terjadinya resesi dan kerusakan ekonomi yang berkepanjangan.
Baca juga: Iran Pamerkan Rudal Balistik Qadr di Tengah Ketidakpastian Perundingan dengan AS




