Lima Pelajar Harumkan Nama Indonesia di Konferensi Peneliti Belia Internasional

kompas.id
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Lima peneliti muda Indonesia berhasil menorehkan prestasi dalam ajang penelitian International Conference of Young Scientists atau ICYS 2026 yang berlangsung di New Delhi, India, pada tanggal 19-24 April 2026. Talenta mereka perlu dijaga dan dioptimalkan agar lebih berdampak pada kemajuan bangsa.

Kelima peneliti muda itu adalah Bryan Kwan, Calvin Setiadi, Reuben Windukusuma, Kai Akira Angkadjaja, dan Jeshua Torie. Mereka meraih dua medali perak, dua medali perunggu, serta penghargaan spesial pada kategori presentasi lisan dan poster ilmiah.

Adapun bidang penelitian sains yang dilombakan dalam ICYS 2026 terdiri dari fisika, matematika, ilmu hayati, lingkungan, dan komputer. Konferensi ini diikuti oleh 132 peserta yang berasal dari 16 negara, yakni Jerman, Belarus, Hongaria, Ceko, Guam, Brasil, Mongolia, Thailand, Indonesia, Turki, Malaysia, Rusia, Romania, Serbia, India, dan Polandia.

”Center for Young Scientists (CYS) mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung persiapan hingga keberangkatan tim Indonesia sehingga berhasil menorehkan prestasi yang gemilang di kancah internasional,” ucap Direktur CYS Monika Raharti saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Baca JugaPeneliti Belia Indonesia Persembahkan Lima Medali dari Ajang Penelitian Asia Pasifik

Setelah ini, lanjut Monika, CYS akan segera melaporkan prestasi anak bangsa ini kepada Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Puspresnas akan melakukan proses kurasi untuk menilai dan memberikan pengakuan resmi kepada peserta didik yang berprestasi dalam ajang talenta tingkat internasional, khususnya yang diselenggarakan di luar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Jangan menganggap sepele kemampuan penelitian karena dari riset itu bisa melahirkan jawaban dan solusi yang paling tepat.

Menurut Monika, ICYS 2026 sangat penting untuk menumbuhkan pola pikir mereka agar berfokus pada literasi teknologi, efisiensi, dan adaptasi terhadap perubahan zaman. Hal ini menjadi modal untuk pengembangan sumber daya manusia Indonesia ke depan.

”Kompetisi ini memang mengutamakan bagaimana peserta bisa membangun cara berpikir secara saintifik, mungkin memang tidak langsung berdampak ke masyarakat, tetapi minimal pada sumber daya manusia kita,” ucap Monika.

Baca JugaMengapa Talenta Unggul Indonesia ”Kabur” ke Singapura?

Bryan Kwan, pelajar dari SMP Sint Carolus Bengkulu, dalam ajang ini membawakan riset di bidang ilmu lingkungan dengan judul ”Deteksi Merkuri dalam Air Sungai Kota Bengkulu secara Kolorimetri Menggunakan AgNPs yang Disintesis melalui Sintesis Hijau dari Ekstrak Calamansi (Citrofortunella microcarpa)” berhasil meraih penghargaan medali perak.

Penghargaan yang sama juga diraih oleh Calvin Nicholas Setiadi dari SMA Santa Laurensia Alam Sutera dengan riset di bidang ilmu hayati berjudul ”Potensi Glycyrrhizin (Glycyrrhiza glabra) sebagai Inhibitor Tropomyosin (Lit v 1) yang Menyebabkan Alergi Kerang pada Litopenaeus vannamei”.

Kemudian medali perunggu dipersembahkan oleh Reuben Prabaswara Windukusuma dari SMA Santa Angela Bandung di bidang matematika dengan penelitian berjudul ”Aproksimasi Analitik Nonlinier dengan Kesalahan Minimal untuk Panjang Busur Catenary”. Poster ilmiah Reuben juga mendapatkan penghargaan spesial.

”Pelajaran dari New Delhi kemarin, saya melihat sendiri bahwa ekosistem saintifik di Indonesia dan di luar negeri itu berbeda. Jadi, kemarin kami harus beradaptasi dengan cara presentasi dan abstraksi mereka dengan tetap mempertahankan tradisi saintifik kita,” kata Reuben.

Sementara satu medali perunggu lainnya dipersembahkan oleh Kai Akira Angkadjaja dari SMA Cita Hati Surabaya di bidang fisika dengan penelitian berjudul ”Prediksi Dini Serangan Epilepsi Menggunakan Kepadatan Spektral Daya Welch dan Pembelajaran Mesin”.

Baca JugaKesenjangan Talenta Digital Jadi Tantangan, Pelatihan AI Kian Dibutuhkan

Jeshua Joyfull Torie dari SMA Francis Tangerang berhasil meraih special award di bidang matematika dengan penelitian berjudul ”Pemodelan Matematika Berdasarkan Biomarker Genetik untuk Diagnosis Prediktif Kanker Pankreas: Analisis dan Validasi Menggunakan Pengujian Hipotesis dengan Python” yang sekaligus poster ilmiahnya mendapatkan penghargaan kedua.

”Yang paling penting dari kemarin, saya bisa berinteraksi dengan para ilmuwan dari negara-negara lain dan bisa dapat perspektif-perspektif baru dari mereka yang bermanfaat untuk masa depan saya,” kata Jeshua.

Sebelum mewakili Indonesia di IYCS 2026 New Delhi, kelima peneliti belia ini telah lolos dari lomba peneliti belia tingkat provinsi yang diikuti oleh lebih dari 2.300 peserta.

Sebelum mewakili Indonesia di IYCS 2026 New Delhi, kelima peneliti belia ini telah lolos dari lomba peneliti belia tingkat provinsi yang diikuti oleh lebih dari 2.300 peserta dan mengerucut menjadi 531 peserta di tingkat nasional. Selanjutnya, untuk menyempurnakan penelitiannya, tim ini mendapatkan pembinaan dari dosen Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Katolik Parahyangan, serta peneliti CYS.

Di sela-sela kegiatan konferensi ICYS 2026, mereka juga berkunjung ke KBRI New Delhi dan dan berkesempatan bertemu dengan Kuasa Usaha Ad Interim Yudho Sasongko serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan Fuad sebelum kembali ke Tanah Air pada 24 April 2026.

Baca JugaPembinaan Talenta Unggul Diarahkan ke STEM, Koding, dan AI 

Sebelumnya, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie mengatakan, ajang perlombaan penelitian sangat penting diikuti para peneliti muda untuk menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat. Dia menegaskan, pertumbuhan sains dan teknologi dilakukan oleh manusia yang mempunyai kemampuan untuk melakukan riset.

Untuk itu, para peneliti belia ini harus bisa memberikan dampak nyata. Sebab, kemampuan penelitian itu tidak hanya hanya bisa menginovasikan ide baru, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan pemikiran ini harus ditanamkan kepada para siswa.

”Jangan menganggap sepele kemampuan penelitian karena dari riset itu bisa melahirkan jawaban dan solusi yang paling tepat. Pengalaman ini harus kalian manfaatkan dengan baik dan dilatih terus-menerus untuk memberi pemikiran kritis. Pemerintah akan terus memberi perhatian penuh pada teknologi dan sains,” kata Stella dalam pembekalan peserta Lomba Peneliti Muda Nasional, Kamis (11/12/2025), yang disiarkan secara daring oleh CYS.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketua DPRD Magetan Jadi Tersangka Korupsi, Wakilnya Ditunjuk Jadi Plt
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026, Cinta Laura hingga Raisa Jadi Juri
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
MenpanRB Sebut NGA 2026 Jadi Ajang Kompetisi Sehat Antarkepala Daerah
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Terpopuler: Bung Ropan Curiga dengan John Herdman, Bek Eropa Rp26 Miliar Calon Rival Jay Idzes, Media Belanda Tak Habis Pikir
• 18 jam lalutvonenews.com
thumb
Taruhan Operasi Maduro, Tentara AS Diduga Kantongi Rp 6 Miliar
• 13 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.