Polda Riau, TNI, dan Pemerintah Provinsi Riau serta jajaran Forkopimda resmi membentuk Satgas Anti Narkoba sebagai langkah konkret dalam memperkuat wilayah dari ancaman bahaya narkotika. Langkah strategis ini menjadi komitmen nyata seluruh elemen masyarakat untuk bergerak bersama memerangi narkoba di Bumi Lancang Kuning.
Satgas Anti Narkoba diresmikan dalam apel kesiapan yang digelar di kantor Gubernur Riau, Pekanbaru, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh Plt Gubernur Riau SF Haryanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, Ketua Kajati Riau I Dewa Gede Wirajana, Danrem 031/Wira Bima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Plh Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Riau Kombes Pol Ali Machfud, Sekretaris DPH LAM Riau Datuk Toni Werdiansyah, Ketua Umum DPP Gerakan Nasiopnal Anti Narkotika (GRANAT) Henry Yosodiningrat, duta anti narkoba, hingga masyarakat dan emak-emak Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir.
Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyampaikan apresiasinya atas terbentuknya Satgas Anti Narkoba ini. Menurutnya, narkoba adalah kejahatan terorganisir yang membahayakan generasi bangsa.
"Satgas Anti Narkoba yang kerjanya kemaslahatan, keikhlasan yang kerjanya untuk menyelamatkan masyarakat kita yang ada di Provinsi Riau dan kegiatan ini salah satu antisipasi kejahatan narkotika. Hari ini kita membentuk satgas yang semoga nanti dapat melaksanakan tugasnya menyelamatkan masyarakat Riau," kata SF Haryanto.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyampaikan pembentukan Satgas Anti Narkoba ini adalah langkah strategis dalam memerangi narkoba. Menurutnya, upaya pemberantasan narkoba tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi memerlukan komitmen dan kolaborasi bersama seluruh elemen bangsa.
Irjen Herry menyampaikan insiden yang terjadi di Desa Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Kabupaten Rohil beberapa waktu lalu merupakan sebuah peringatan bersama (wake up call) agar seluruh pihak bergerak bersama dalam memberantas narkoba.
"Kejadian di Panipahan adalah wake up call yang membangunkan kita semua dan ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, bukan hanya tugas Pangdam, Kapolda, tetapi ini adalah tugas bersama," kata Irjen Herry.
Dengan diresmikannya Satgas Anti Narkoba, seluruh jajaran Forkopimda akan membentuk Posko yang nantinya akan bergerak secara kolaboratif dalam memberikan edukasi sebagai langkap preemtif dan preventif. Satgas Anti Narkoba ini tidak hanya melibatkan aparat penegak hukum, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat hingga ke lingkup dunia pendidikan dengan melibatkan kepala sekolah dan Ketua OSIS, komunitas seperti pelaku usaha dan ojek online (ojol) dan juga emak-emak Panipahan sebagai Duta Anti Narkoba.
Satgas Anti Narkoba ini melengkapi upaya preemtif dan preventif Polda Riau yang sebelumnya telah membentuk Kampung Tangguh Anti Narkoba dan menunjuk 32 Duta Anti Narkoba.
"Kita harapkan kegiatan yang memiliki nilai strategis ini bisa menekan angka penyalahgunaan narkoba di Provinsi Riau dan memberantas narkoba dengan melakukan penegakan hukum yang adil dan terukur," imbuhnya.
Sementara itu, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud komitmen bersama dalam memerangi narkoba.
"Jadi saya sangat apresiasi dan sangat terinspirasi--wake up call--seperti yang disampaikan Pak Kapolda, supaya kita semua bergerak di seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat untuk sama-sama kita memberantas narkoba. Say no to drug, say yes to live," kata Agus Hadi.
Ketum DPP GRANAT Henry Yosodiningrat menyampaikan apresiasi terbentuknya Satgas Anti Narkoba di Provinsi Riau ini. Menurutnya, pembentukan Satgas ini adalah upaya luar biasa untuk membasmi narkotika yang merupakan kejahatan extra-ordinary.
"Kejahatan narkotika adalah kejahatan internasional, sindikat internasional yang sistematis, terstruktur dan dengan modus operandi yang berubah-ubah. Diharapkan dengan cara yang luar biasa bersatu padu semua kekuatan masyarakat. Granat dengan seluruh elemen masyarakat mendukung sepenuhnya," tutur Henry.
Pada kesempatan yang sama, Santi Sinaga, seorang ibu dari Panipahan yang didaulat sebagai Duta Anti Narkoba menyampaikan semangat yang sama untuk memerangi narkoba. Ia berharap seluruh aparat bergerak menindak tegas pelaku narkoba yang telah menghancurkan generasi muda, khususnya di desanya.
"Jadi, kami mau dituntaskan dari daun, ranting, pohon dan akar-akarnya. Karena kami merasa resah melihat anak-anak kami menjadi korban, karena di daerah sini sudah banyak jadi korban. Kami senang Pak Kapolda datang (ke Panipahan), kami bangga, jadi kami minta kepada Bapak Kapodla harus betul-betul, terutama bandar-bandarnmya, kami tidak mau adanya peredaran narkoba itu 'gampang' di sana," kata Santi.
(mei/jbr)





