MAJALENGKA, DISWAY.ID -- Bupati Majalengka Eman Suherman didampingi oleh Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan Menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul atas program Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial (Kemensos).
Program ini dinilai memberikan dampak nyata dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Apresiasi tersebut disampaikan dalam kegiatan kolaborasi program prioritas pemerintah yang digelar di Majalengka pada Jumat, 24 April 2026.
BACA JUGA:Arahan Prabowo, Kemensos Dorong Percepatan Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat
“Tentu hari ini saya atas nama masyarakat Majalengka, sekali lagi mengucapkan terima kasih. Dan program Sekolah Rakyat (SR) ini adalah program yang benar-benar luar biasa,” kata Eman saat kegiatan Kolaborasi Program Prioritas Presiden Dalam Rangka Membangun Sumber Daya Manusia Menuju Kemandirian Ekonomi Di Kabupaten Majalengka pada Jumat.
Eman menyoroti perubahan signifikan para siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 34 Majalengka yang hadir dalam acara tersebut.
“Anak yang dulu pada dekil, anak yang kayaknya saya saja tidak percaya mereka akan betah. Bahkan orang tua pun ketika mengantarkan ke sini, mereka khawatir jangan-jangan anak kami tidak akan betah. Tapi hari ini penampilan mereka luar biasa,” tuturnya dengan nada haru bercampur bangga.
Menanggapi hal tersebut, Gus Ipul menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi Sekolah Rakyat tidak terlepas dari sinergi pemerintah pusat dan daerah.
BACA JUGA:Sinergi Kemensos dan PB Inkanas Perkuat Karakter Siswa Sekolah Rakyat
“Terima kasih Pak Bupati, telah sama-sama berjuang untuk menyelenggarakan Sekolah Rakyat di Majalengka. Tentu ini tindak lanjut dari program strategis Bapak Presiden Prabowo dalam rangka pengentasan kemiskinan terpadu. Disamping anaknya bisa sekolah, orang tuanya juga diberdayakan dan diintervensi dengan program-program strategis Bapak Presiden yang lain,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, intervensi yang dilakukan tidak hanya menyasar pendidikan anak, tetapi juga menyentuh aspek kesejahteraan keluarga, mulai dari renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), bantuan iuran jaminan kesehatan nasional (PBI JKN), hingga pelatihan usaha bagi orang tua siswa.
“Per hari ini sudah ada 100 titik (Sekolah Rakyat permanen) yang sedang dalam proses pembangunan. Ada yang sudah 20 persen hingga 40 persen. Nanti bulan Juli itu bisa kita manfaatkan untuk MPLS,” jelasnya lebih lanjut.
Gus Ipul menegaskan sekali lagi bahwa program ini ditujukan khusus bagi keluarga yang paling tidak mampu, dengan proses seleksi yang ketat dan transparan.
BACA JUGA:Kemensos Jajaki Kerja Sama Kirim Lulusan Sekolah Rakyat Bekerja di Jepang
“Jangan ada yang main-main, jangan ada yang suap segala macam. Kita tidak membuka pendapatan. Yang ada adalah penjangkauan,” ucapnya.
- 1
- 2
- »





