Yogyakarta, tvOnenews.com - Insiden penggerebekan daycare bernama Little Aresha di wilayah Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta pada Jumat (24/4/2026) menghebohkan masyarakat setempat.
Penggerebekan yang dilakukan oleh aparat kepolisian mengungkap kondisi memprihatinkan sejumlah balita yang dititipkan dalam daycare tersebut.
Tangis dan kemarahan orang tua balita yang menjadi korban perbuatan tak manusiawi itu pecah ketika mereka mendatangi Mapolresta Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).
Kedatangan para orang tua untuk melapor maupun mengawal perkembangan kasus yang dialami anaknya.
Khoirunisa selaku salah satu orang tua korban merasa terpukul setelah mengetahui kondisi yang dialami sang anak yang masih berusia 1,5 tahun selama berada di daycare tersebut.
"Saya kaget, anak saya terlihat pas penggerebekan kondisi tangannya dia diikat disini (pergelangan tangan) dan dibedong cuma pakai pampers doang. Lalu ditidurin tanpa dikasih bantal atau kasur," ucapnya sembari menahan tangis.
Bahkan, kebiasaan tidur hanya beralaskan playmate terbawa hingga rumah.
"Tadi malam pun, dia tidur enggak mau di kasur. Maunya di lantai tanpa bantal," kata perempuan berusia 34 tahun ini.
Kecurigaan semakin bertambah ketika warga Kota Yogyakarta ini melihat kondisi sang anak yang sering sakit-sakitan hingga mengalami penurunan berat badan.
"Dia sekarang pilek belum sembuh. Terus sama batuk, padahal biasanya gak pernah. Sakit batuk baru di daycare sama pas Februari kemarin karena tumbuh gigi. Tapi ini sampai muntah-muntah terus," ungkapnya.
Ia melanjutkan bahwa sang anak juga mengalami penurunan berat badan maupun demam.
"Berat badannya dari 9 kg, turun jadi 8 kg. Pernah juga, dia demam sampai 38,7 derajat atau 39 derajat, tapi gak dibilang ke kami. Itu belum sebulan dititipkan disana," imbuhnya.
Sang ibu juga mengungkap ada bekas cakaran di tangan sang anak. Namun, pengelola daycare hanya menjawab luka tersebut diduga penyakit cacar air.
Padahal, ia harus membayar lebih dari Rp1,5 juta untuk menitipkan anaknya di daycare tersebut.
"Saya bayar SPP Rp1,1 juta. Biaya pendaftaran Rp250 ribu dan lainnya Rp500 ribu. Itu titip mulai pukul 06.00-17.00 WIB," bebernya.
Atas peristiwa ini, pihaknya diminta oleh kepolisian untuk melakukan visum terkait luka yang dialami sang anak.




