WASHINGTON, KOMPAS.TV - Seorang tentara Amerika Serikat (AS) ditangkap setelah menjadikan penggulingan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebagai taruhan.
Prajurit dari pasukan khusus AS tersebut ditangkap dan didakwa dengan tuduhan menggunakan informasi rahasia tentang penyerbuan yang akhirnya menggulingkan Maduro, sebagai taruhan di pasar prediksi.
Berdasarkan laporan dakwaan, prajurit tersebut diidentifikasi sebagai Gannon Ken Van Dyke.
Dilansir NBC News, Jumat (24/4/2026), otoritas federal AS mengatakan Van Dyke melakukan taruhan sekitar USD33.034 atau setara Rp569 juta di platform pasar prediksi Polymarket.
Baca Juga: Prajurit TNI yang Terluka karena Serangan Israel Akhirnya Gugur, Indonesia Kutuk Keras Tel Aviv
Dalam dakwaan yang telah dibuka ke publik, Van Dyke disebut meraup lebih dari USD409.000 atau Rp7 miliar lebih setelah memenangi taruhan.
Pihak berwenang mengatakan Van Dyke berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan operasi militer AS untuk menculik Maduro.
“Secara total, Van Dyke melakukan sekitar 13 taruhan dari tanggal 27 Desember 2025 hingga malam tanggal 26 Januari,” bunyi pernyataan Departemen Kehakiman AS.
Van Dyke didakwa dengan penggunaan informasi rahasia pemerintah secara tidak sah untuk keuntungan pribadi, pencurian informasi pemerintah yang tak bersifat publik, penipuan komoditas, penipuan melalui wire, dan melakukan transaksi keuangan yang melanggar hukum.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : NBC News
- nicolas maduro
- tentara as
- penggulingan maduro
- presiden venezuela
- Venezuela
- nicolas maduro jadi taruhan





