Moh. As’adul Anam Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya melarang para jemaah calon haji yang sedang menjalani karantina di Asrama Haji Embarkasi Surabaya (AHES) untuk jajan sembarangan.
Hal ini berkaitan dengan standarisasi makanan yang sudah ditentukan oleh Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) yang juga memberikan jaminan agar konsumsi makanan jemaah tetap terkontrol.
Anam menerangkan, makanan di Asrama Haji yang diberikan untuk jemaah, seluruhnya sudah terverifikasi oleh BBKK.
“Jemaah nggak boleh beli atau bawa makanan dari luar. Karena seluruh makanan yang dikonsumsi jemaah selama masa karantina, harus terverifikasi oleh BBKK,” katanya, Sabtu (25/4/2026).
Sehingga, untuk mendukung standarisasi tersebut, PPIH Embarkasi Surabaya juga melarang warung yang biasa beroperasi di area asrama.
“Supaya, jemaah ini juga nggak jajan sembarangan. Jemaah sebenarnya juga tidak boleh menerima makanan bawaan dari luar. Karena memang seluruh makanan yang berada di sini, harus terawasi oleh BBKK,” jelasnya.
Sementara itu, hingga hari ini PPIH Embarkasi Surabaya mencatat telah memberangkatkan 14 kelompok terbang (kloter) dengan total 5.252 jemaah, dan didampingi 62 petugas.
Adapun, ribuan jemaah yang telah berangkat itu telah menerima Kartu Nusuk yang wajib dibawa dan dipakai selama berada di Tanah Suci.(kir/iss)




