NIKOSIA, KOMPAS.TV - Perdana Menteri (PM) Spanyol Pedro Sanchez menanggapi santai usai pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk menendang negaranya dari Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).
Departemen Pertahanan AS atau Pentagon dilaporkan tengah mempertimbangkan untuk menangguhkan keanggotaan negara-negara anggota NATO yang tidak mendukung AS dalam perang Iran.
Hal itu diungkapkan seorang pejabat AS yang tidak dibuka identitasnya, kepada Reuters. Pejabat tersebut merujuk pada sebuah email internal Pentagon.
Spanyol tak mengizinkan pesawat AS menggunakan pangkalan atau wilayah udaranya untuk menyerang Iran. Selain Spanyol, Italia dan Prancis juga melakukan hal yang sama.
Spanyol menyatakan aksi AS dan Israel yang menyerang Iran, melanggar hukum internasional.
Baca Juga: Jadikan Penggulingan Maduro sebagai Taruhan, Tentara AS Didakwa usai Menang Rp7 Miliar
Sanchez merupakan salah satu pemimpin Eropa yang mengkritik serangan AS-Israel ke Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu.
“Kami tak akan menghiraukan email. Kami bekerja dengan dokumen resmi dan posisi yang diambil, dalam hal ini, oleh pemerintah AS,” ujar Sanchez saat menghadiri KTT Uni Eropa di Nikosia, Siprus, Jumat (24/4/2026), seperti dikutip dari Associated Press.
“Posisi Pemerintah Spanyol jelas. Kolaborasi sepenuhnya dengan sekutu, namun selalu dalam kerangka legalitas internasional,” tambahnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Associated Press/BBC
- spanyol
- pedro sanchez
- nato
- perang iran
- amerika serikat
- PM Spanyol





