Filipina selaku Ketua ASEAN 2026, mendesak Myanmar untuk segera membebaskan Aung San Suu Kyi tokoh pro-demokrasi dan tahanan politik lainnya di negara itu, dalam momentum pemberian amnesti nasional kepada lebih dari 4.000 narapidana.
Dalam pernyataan resminya, Jumat (24/4/2026) waktu setempat, Ketua ASEAN menyebut pembebasan sejumlah tokoh politik menjadi langkah penting menuju rekonsiliasi nasional.
“Secara khusus, kami menyambut dibebaskannya U Win Myint sebagai langkah positif menuju dialog nasional yang inklusif di antara semua pihak di Myanmar. Dalam hal ini, kami juga mendorong dibebaskannya para tahanan lain di Myanmar, termasuk Aung San Suu Kyi, dalam semangat rekonsiliasi sejati dan perdamaian,” demikian pernyataan tersebut yang dikutip Antara, Sabtu (25/4/2026).
U Win Myint diketahui merupakan presiden ke-10 Myanmar, sementara Aung San Suu Kyi menjabat sebagai penasihat negara sebelum pemerintahan sipil mereka digulingkan dalam kudeta militer pada Februari 2021.
ASEAN juga menegaskan kembali komitmennya untuk terus memfasilitasi solusi damai atas krisis politik di Myanmar. Upaya tersebut, menurut ASEAN, harus dipimpin oleh Myanmar sendiri dan tetap mengacu pada Konsensus Lima Poin (5PC) sebagai kerangka utama penyelesaian konflik.
Selain itu, Ketua ASEAN 2026 menegaskan bahwa Myanmar tetap menjadi bagian integral dari organisasi regional tersebut, dan implementasi 5PC masih menjadi prioritas utama.
Dalam pernyataan yang sama, ASEAN juga menyerukan penghentian segala bentuk permusuhan serta meminta semua pihak menahan diri demi menjamin keselamatan warga sipil. ASEAN turut mendorong terciptanya kondisi yang kondusif agar distribusi bantuan kemanusiaan dapat berjalan tanpa hambatan.
ASEAN juga menyambut baik pembebasan warga negara Asia Tenggara dalam program amnesti tersebut dan berharap proses repatriasi dapat segera dilakukan secara aman. Harapan serupa disampaikan bagi mereka yang masih ditahan, khususnya korban perdagangan manusia dan kejahatan lintas negara lainnya.
Sebagai informasi, otoritas Myanmar sebelumnya mengumumkan pemberian amnesti kepada 4.335 tahanan dalam rangka perayaan Tahun Baru Myanmar. (ant/bil/faz)




