tvOnenews.com - Duel panas di laga perdana Grand Final Proliga 2026 harus berakhir pahit untuk juara bertahan, Jakarta Bhayangkara Presisi.
Menghadapi LavAni di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jakarta Bhayangkara Presisi harus mengakhiri laga dengan kepala tertunduk.
Sama-sama turunkan skuad terbaiknya laga perdana grand final Proliga 2026 di sektor putra ini berjalan sengit sejak awal set pertama.
- PBVSI
Jakarta Bhayangkara Presisi yang mengandalkan duo Bardia Saadat dan Martin Atanasov bahkan berhasil unggul diawal laga.
Namun, secara mengejutkan LAvAni berhasil bangkit dan merebut set yang pertama lewat performa apik Georg Grozer.
Anak asuh Reidel Toiran sebenarnya berhasil bangkit dan merebut set yang kedua.
Sayangnya tensi tinggi yang terjadi pada awal set yang ketiga membuat para pemain Jakarta Bhayangkara Presisi kehilangan kepercayaan diri.
Sebaliknya, situasi tersebut langsung dimanfaatkan dengan baik oleh LavAni yang bermain lebih menekan pada dua set berikutnya.
- PBVSI
Alhasil, lewat performa apik dari Boy Arnez dan Taylor Sanders, LavAni pun sukses menutup laga dengan kemenangan 3-1 (25-22, 23-25, 25-16 dan 25-18).
Seusai laga pelatih Bhayangkara, Reidel Toiran mengatakan kalau timnya mampu memberikan perlawanan pada dua set awal.
"Kita mampu memberikan perlawanan hanya dua set. Setelah itu set ketiga dan keempat kita kalah," ujar Toiran.
Hasil ini pun membuat Jakarta Bhayangkara Presisi kini harus berjuang meraih kemenangan pada laga kedua.
Dengan sistem Best of Three, kedua tim akan kembali berjumpa pada laga kedua grand final Proliga 2026 Sabtu (25/4/2026).
- PBVSI
Kemenangan menjadi hal yang wajib untuk Jakarta Bhayangkara Presisi dei bisa mengukir sejara meraih gelar juara Proliga tiga musim beruntun.
Hal itu juga yang menjadi fokus utama dari kapten tim Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar.
Kapten tim Bhayangkara, Nizar Zulfikar menegaskan kekalahan timnya ini sudah selesai.
"Kita sekarang berpikir pertandingan ke depan," tambah Nizar.
Disisi lain, LavAni hanya perlu satu kenangan lagi untuk bisa mengunci gelar juara Proliga 2026.




