Iran Tegaskan Tak Ada Rencana Pertemuan dengan AS di Islamabad

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Teheran, VIVA – Juru Bicara Kementerian Luar (Kemlu) Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Menlu Iran Abbas Araghchi telah tiba di Islamabad untuk bertemu dengan para pejabat senior Pakistan dan tidak ada rencana pertemuan langsung dengan pihak Amerika Serikat.

Pertemuan tersebut berlangsung di tengah upaya mediasi Pakistan yang terus berlanjut untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS.

Baca Juga :
Iran Ngaku Baru Pakai Sebagian Kekuatan Rudal Lawan AS-Israel
Biaya Operasi Militer AS ke Iran Tembus Rp1.000 Triliun!

Di platform media sosial X, Sabtu, Baqaei mengatakan bahwa pertemuan itu akan dilakukan seiring dengan upaya mediasi dan jasa baik Pakistan yang sedang berlangsung untuk membantu mengakhiri perang agresi oleh Amerika serta memulihkan stabilitas di kawasan.

"Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS. Pandangan Iran akan disampaikan kepada Pakistan," kata Baqaei.

Sebelumnya, Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan utusan khusus AS Steve Witkoff dan Jared Kushner, yang juga menantu Presiden AS Donald Trump, akan bertolak ke Pakistan, Sabtu, untuk melakukan pembicaraan dengan perwakilan Iran.

"Saya dapat memastikan bahwa utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner akan ke Pakistan lagi besok pagi untuk terlibat dalam pembicaraan langsung, dimediasi oleh pihak Pakistan yang telah menjadi mediator luar biasa sepanjang proses ini, dengan perwakilan dari delegasi Iran," kata Leavitt kepada Fox News.

Dia menambahkan Wakil Presiden AS J.D. Vance akan tetap berada di AS, meskipun tetap ingin terlibat dalam seluruh proses tersebut.

Pakistan meningkatkan upaya untuk menghidupkan kembali perundingan putaran kedua antara Iran dan AS, Sabtu. Sejumlah sumber menyebutkan pembicaraan dengan Teheran dapat membuka jalan bagi negosiasi lanjutan setelah putaran pertama dialog langsung di Islamabad pada 11–12 April.

Perundingan tersebut berlangsung setelah Pakistan memediasi gencatan senjata selama dua pekan sejak 8 April, yang kemudian diperpanjang oleh Trump tanpa batas waktu yang ditentukan.

Perkembangan itu terjadi di tengah ketegangan sejak pecahnya perang AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, dengan upaya yang difokuskan pada tercapainya kesepakatan lebih luas untuk mengakhiri pertikaian. (Ant)

Baca Juga :
Netanyahu Ungkap Alasan Tunda Pengumuman Kanker Prostat, Takut Dimanfaatkan Iran
IRGC Sebut Trump Gagal Hadapi Iran, Klaim Strategi AS Tak Efektif
Trump Tak Larang Pemain Iran Tampil di Piala Dunia, Tapi Tegas Larang Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemerintah RI Koordinasikan Repatriasi Jenazah Praka Rico dengan UNIFIL
• 8 jam laluokezone.com
thumb
IHSG Akhir Pekan Jatuh 3,38%, Ada Transaksi Crossing di Saham SRTG, ESSA, EMAS
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
bank bjb Hadirkan Promo Eksklusif, Tiket BOGORUN 2026 Bisa Didapat dari Menabung
• 10 jam lalurepublika.co.id
thumb
Svarna Kartini Ajak Perempuan Berani Tampil Beda
• 1 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Norwegia Siapkan Larangan Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.