Makna Prosesi Dodol Dawet yang Dilakukan Maia Estianty untuk Menuju Acara Nikahan El Rumi dan Syifa Hadju

grid.id
3 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Aksi yang dilakukan Maia Estianty yang dilakukan menjelang acara nikahan El Rumi dan Syifa Hadju mendadak ramai jadi buah bibir. Pasalnya, di momen itu, istri dari Irwan Mussry itu tampak berjualan dodol dawet.

Yakni sebuat prosesi adat yang sering muncul dalam rangkaian acara pernikahan. Terungkap pula, acara dodol dawet itu terjadi saat prosesi siraman digelar.

Tradisi dodol dawet yang dilakukan Maia Estianty menjelang prosesi pernikahan ternyata menyimpan makna filosofis yang mendalam.

Dilansir dari Kompas.com, dawet dalam ritual siraman bukan sekadar minuman penyegar, melainkan simbol penuh doa yang tercermin dari bahan, cara penyajian, hingga proses “transaksi” yang dilakukan.

Dalam praktiknya, dodol dawet bukan berarti benar-benar berjualan minuman kepada tamu undangan. Tradisi ini lebih menitikberatkan pada nilai simbolik yang sarat harapan dari orang tua kepada calon pengantin.

Merujuk pada buku Serba Serbi Tumpeng (2013) karya Lilly T. Erwin, prosesi ini mencerminkan doa orang tua agar seluruh rangkaian pernikahan berjalan lancar serta kehidupan rumah tangga anaknya dipenuhi keberkahan.

Para tamu biasanya “membeli” dawet menggunakan kreweng atau pecahan gerabah, yang melambangkan kelancaran rezeki bagi pasangan yang akan menikah.

Dawet sendiri dikenal sebagai minuman manis dan menyegarkan yang digemari banyak orang. Filosofinya, pernikahan diharapkan mampu menghadirkan suasana hangat, penuh kebersamaan, serta membahagiakan semua pihak yang terlibat.

Minuman tradisional ini tersusun dari tiga bahan utama, cendol, santan, dan gula merah yang masing-masing memiliki arti tersendiri. Cendol yang terbuat dari tepung beras melambangkan kebersamaan tanpa batas, mencerminkan harapan akan hubungan keluarga yang erat dan harmonis.

Santan memberikan rasa gurih, yang dimaknai sebagai simbol kehidupan rumah tangga yang nyaman, tenteram, dan sejahtera lahir batin.

Sementara gula merah cair atau juruh menghadirkan rasa manis, sebagai doa agar pasangan selalu hidup dalam kebahagiaan, keselarasan, dan keharmonisan.

 Baca Juga: Sudah Diincar Jadi Calon Mantu? Maia Estianty Jadi Mak Combang El Rumi dan Syifa Hadju yang OTW Nikah!

 

Dengan demikian, tradisi dodol dawet dalam prosesi siraman bukan sekadar pelengkap acara, melainkan representasi doa tulus orang tua.

Nilai yang terkandung di dalamnya jugamenegaskan bahwa pernikahan bukan hanya menyatukan dua individu, tetapi juga dua keluarga, harapan, dan latar budaya yang berbeda.

Sekedar informasi, sebelum aksi yang dilakukan Maia Estianty jual dodol dawet mencuat, kabarnya, pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju dijadwalkan berlangsung di Hotel Raffles Jakarta pada Minggu, 26 April 2026. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jakarta Pertamina Enduro Back to Back Juara Proliga usai Lumat Phonska
• 20 menit lalubisnis.com
thumb
Dugaan Pelecehan Santri Berujung Syekh Ahmad Al Misry Jadi Tersangka
• 15 jam laludetik.com
thumb
Memutus Mata Rantai Fenomena Psikosomatis GERD dan Gangguan Kecemasan
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Sukses Tekan Stunting hingga 3,15 Persen, Klungkung Sabet Penghargaan di NGA 2026
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
IHSG Akhir Pekan Jatuh 3,38%, Ada Transaksi Crossing di Saham SRTG, ESSA, EMAS
• 17 jam lalukatadata.co.id
Berhasil disimpan.