Harga Emas Tertekan, Diramal Turun ke USD4.644

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pergerakan harga emas dunia diperkirakan masih berada dalam tekanan, seiring sinyal teknikal yang menunjukkan kecenderungan pelemahan serta dukungan faktor fundamental yang belum berpihak pada penguatan logam mulia. Dupoin Futures melalui analisnya, Geraldo Kofit, menilai pasangan XAU/USD pada timeframe H4 masih berada dalam tren bearish dengan potensi penurunan lanjutan dalam jangka pendek.

Dari sisi teknikal, harga emas saat ini terlihat kesulitan untuk menembus area Moving Average 21 dan 34, yang berfungsi sebagai resistance dinamis. Kegagalan menembus area tersebut menjadi indikasi tekanan jual masih cukup dominan di pasar. Selama harga tetap berada di bawah level tersebut, maka peluang untuk melanjutkan penurunan dinilai masih cukup besar.

Selain itu, terbentuknya pola bearish pennant turut memperkuat sinyal pelemahan harga emas. Pola ini umumnya muncul setelah fase penurunan yang cukup kuat dan sering kali menjadi indikasi kelanjutan tren turun. Dengan adanya pola tersebut, pasar diperkirakan masih memiliki kecenderungan untuk bergerak lebih rendah dalam waktu dekat.

Dalam proyeksi pergerakannya, Dupoin Futures memperkirakan harga emas berpotensi turun menuju level support terdekat di kisaran USD4.668. Level ini menjadi titik penting yang akan diuji oleh pasar.

"Jika tekanan jual terus berlanjut dan level tersebut tidak mampu menahan penurunan, maka harga berpotensi melanjutkan pelemahan ke target berikutnya di level USD4.644," ungkap Geraldo dalam analisisnya, Sabtu, 25 April 2026.

Meski demikian, area support tersebut juga berpotensi menjadi titik konsolidasi atau bahkan rebound sementara, tergantung pada respons pasar. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk mencermati pergerakan harga di sekitar level tersebut sebagai acuan dalam menentukan strategi selanjutnya.
  Baca juga: Harga Emas Dunia Naik di Tengah Ketegangan Tinggi AS-Iran

(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
  Tertekan penguatan dolar AS
Dari sisi fundamental, tekanan terhadap harga emas saat ini masih dipengaruhi oleh penguatan dolar Amerika Serikat. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung tertekan karena menjadi lebih mahal bagi investor global. Kondisi ini membuat permintaan terhadap emas cenderung menurun dalam jangka pendek.

Selain itu, kebijakan moneter Amerika Serikat yang masih mempertahankan suku bunga tinggi juga menjadi faktor utama yang membebani harga emas. Suku bunga yang tinggi membuat instrumen investasi berbasis imbal hasil seperti obligasi menjadi lebih menarik dibandingkan emas yang tidak memberikan yield.

Kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut memperkuat tekanan tersebut. Dalam situasi yield yang meningkat, biaya peluang untuk memegang emas menjadi lebih tinggi, sehingga investor cenderung mengalihkan dananya ke aset yang memberikan imbal hasil lebih menarik.

Di sisi lain, kondisi pasar global yang relatif stabil atau cenderung risk-on juga mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Ketika sentimen pasar membaik, investor biasanya lebih memilih aset berisiko yang menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi, sehingga permintaan terhadap emas menurun.

Secara keseluruhan, kombinasi faktor teknikal dan fundamental tersebut membuat prospek harga emas dalam jangka pendek masih cenderung negatif. Dupoin Futures melihat bahwa selama harga belum mampu menembus area resistance dinamis, tekanan penurunan masih akan mendominasi.

Meski demikian, pelaku pasar tetap perlu memperhatikan perkembangan global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga. Perubahan sentimen secara tiba-tiba, baik dari sisi ekonomi maupun geopolitik, masih berpotensi memicu volatilitas di pasar emas.

"Dengan kondisi tersebut, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan mencermati level-level kunci yang menjadi acuan pergerakan harga. Pendekatan yang disiplin dan berbasis analisis dinilai penting untuk menghadapi dinamika pasar yang masih fluktuatif," ucap Geraldo mengingatkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
El Niño Sudah Terbit di Samudera Pasifik, Kemarau akan Lebih Kering
• 8 jam lalukompas.id
thumb
Piala Thomas 2026: Jonatan Christie Jalani Debut Manis Sebagai Tunggal Pertama
• 53 menit lalutvrinews.com
thumb
Rusia Ancam Negara Eropa, Jadi Target Serangan Berikutnya jika...
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pelatih Percaya Timnas Indonesia Kembali Lolos ke Piala Dunia U-17
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Geger Geden Pocong Keliling Teror Rumah Warga di Depok Ternyata Hoax
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.