Heboh! Dugaan Malpraktik Operasi Angkat Rahim Tanpa Biopsi Gegerkan Medan, Kemenkes Respons Singkat

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Seorang ibu rumah tangga, Mimi Maisyarah (48), dilaporkan dalam kondisi kritis usai menjalani operasi pengangkatan rahim di RS Muhammadiyah Medan.

Kasus ini viral di media sosial setelah keluarga mengungkap adanya kejanggalan prosedur medis yang diduga dilakukan tanpa pemeriksaan biopsi terlebih dahulu.

Baca Juga :
Gen Z Takut Jadi Ibu? Gerakan Ini Siap Hapus 'Overthinking' saat Hamil
Ngeri! Ibu Dibunuh Pakai Palu dan Pisau oleh Anak Tiri di Tangerang, Motifnya Dendam

Kementerian Kesehatan RI belum memberikan penjelasan rinci terkait kasus tersebut. Juru Bicara Kemenkes Widyawati hanya memberikan respons singkat saat dikonfirmasi.

“Bisa ke RS terkait ya,” ujarnya melalui pesan teks saat dihubungi tvOnenews.com, dikutip Sabtu 25 April 2026.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai sikap Kemenkes, ia menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan secara bertahap.

“Semua tentu melalui berjenjang,” katanya, tanpa memberikan penjelasan tambahan.

Upaya konfirmasi lanjutan tidak mendapat respons. Sementara itu, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman menyatakan, masih melakukan pengecekan internal.

“Saya cek di internal dulu,” ujarnya singkat saat dihubungi.

Sementara itu, tim tvOnenews.com mencoba konfirmasi ke Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melalu pesan teks, namun juga tidak memberikan respons.

Di sisi lain, keluarga korban mengungkap kronologi yang memicu dugaan malpraktik. Mereka menyebut tindakan operasi dilakukan tanpa prosedur biopsi, hanya berdasarkan hasil USG yang menyimpulkan adanya miom.

“Di rumah sakit ini (RS Muhammadiyah) nggak ada biopsi. Kami hanya disuruh USG, langsung dibilang anemiom (miom) dan besoknya langsung operasi. Padahal kalau di RS lain (RS Haji), dilakukan biopsi dulu, diambil jaringannya ke lab. Di sanalah baru ketahuan kalau ternyata itu kanker stadium 3, bukan miom,” ungkap pihak keluarga.

Kondisi korban justru memburuk pascaoperasi. Luka disebut mengeluarkan bau tak sedap hingga membusuk, sehingga pasien akhirnya dirujuk ke rumah sakit lain.

Lebih jauh, keluarga juga menemukan kejanggalan serius dalam tindakan bedah. Meski rahim telah diangkat, bagian mulut rahim disebut masih tertinggal, yang diduga memperparah kondisi pasien.

“Dia mengangkat rahim, tapi ditinggalkannya mulut rahimnya. Kalau memang nggak bisa menyelesaikan atau nggak bisa ngerjain ini, harusnya rujuk aja ke tempat lain dari awal,” ujar Anggi Mauliza, keponakan korban.

Hingga kini, kondisi Mimi Maisyarah masih kritis dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Baca Juga :
Detik-detik Ibu dan Anak Tewas Terlindas Bus Depan Terminal Kampung Rambutan
Motif Anak Mutilasi Ibunya di Lahat, Kesal Tak Diberi Uang Buat Main Judol
Sadis Banget! Seorang Ibu Dibunuh, Dibakar, Lalu Dimutilasi Anak Gara-gara Tak Dikasih Uang Judol

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satpol PP DKI harap miliki kantor sendiri untuk dukung kinerja
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
KPK Hentikan Penyidikan Tersangka Siman Bahar dalam Kasus Korupsi Antam-Loco Montrado 
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Marc Marquez Belum Habis! Rebut Pole, Berpeluang Juara MotoGP Spanyol 2026
• 1 jam laluharianfajar
thumb
BMKG: Waspada Potensi Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah hingga 30 April 2026!
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Kisah Widya, Penjual Baju Keliling di Sleman yang Wujudkan Mimpi Naik Haji
• 21 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.