Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Perak bersama PT Terminal Teluk Lamong (TTL) mulai merasakan dampak signifikan dari uji coba program Express Anchorage Zone Service (EAZI), khususnya dalam memangkas waktu tunggu kapal sebelum sandar.
Melalui penataan Zona Labuh 2, waktu tunggu kapal yang sebelumnya berkisar 4-6 jam, kini ditargetkan turun menjadi sekitar dua jam, bahkan bisa lebih cepat dalam kondisi tertentu.
Keterangan yang diterima suarasurabaya.net, Sabtu (25/4/2026), uji coba dilakukan di Terminal Petikemas Nilam (TPK Nilam), Kamis (23/4/2026), sebelum diterapkan di Terminal Petikemas Berlian (TPK Berlian). Kapal MV Minas Baru menjadi kapal pertama yang menggunakan skema layanan baru ini.
Dalam sistem EAZI, kapal berukuran di atas 4.000 GT dengan panjang maksimal 150 meter tidak lagi menunggu di area labuh luar. Sebaliknya, kapal diarahkan ke titik labuh tertentu berdasarkan sistem penjadwalan terintegrasi, sehingga proses menuju sandar menjadi lebih efisien dan terencana.
Dalam pelaksanaannya, MV Minas Baru tercatat memasuki area Karang Jamuang pukul 11.35 WIB, kemudian bergerak menuju zona EAZI dan lego jangkar pada pukul 13.42 WIB. Kapal hanya berada di Zona Labuh 2 sekitar satu jam sebelum akhirnya sandar pada pukul 15.50 WIB.
Agustinus Maun Kepala Kantor KSOP Utama Tanjung Perak mengatakan, uji coba ini terbukti efektif dalam meningkatkan efisiensi layanan kapal.
“Uji Coba Penerapan Program layanan EAZI, sebagai program yang dirancang oleh KSOPU Tanjung Perak untuk mengoptimalkan pemanfaatan zona labuh, terbukti efektif dalam meningkatkan keteraturan plotting kapal serta meningkatkan efektivitas layanan kapal di pelabuhan Tanjung Perak,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut didukung koordinasi antara KSOP, pandu, VTS, dan PT Terminal Teluk Lamong yang berjalan sesuai standar operasional prosedur.
Seluruh proses didukung oleh platform digital seperti Inaportnet yang terintegrasi dengan Portal Perak Extended milik KSOP serta Phinisi milik Pelindo. Sistem ini memungkinkan estimasi waktu kedatangan (ETA) dan jadwal sandar kapal dilakukan lebih presisi.
Sementara itu, Retno Pujianto Terminal Head TPK Nilam menilai penataan zona labuh ini menjadi langkah penting dalam transformasi layanan kepelabuhanan.
“Penataan zona labuh ini tidak hanya meningkatkan efisien operasional, tetapi juga memperkuat aspek keselamatan dan kepastian layanan bagi pengguna jasa,” ucapnya.
Selain meningkatkan efisiensi, sistem ini juga membuat pergerakan kapal lebih terstruktur, sehingga mampu mengurangi kepadatan di alur pelayaran dan meningkatkan keselamatan navigasi di Pelabuhan Tanjung Perak. (bil/faz)




