VIVA – Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso secara terang-terangan memberi lampu hijau bagi Fabregas jika ingin hijrah ke Chelsea
Pernyataan ini muncul setelah The Blues memecat Liam Rosenior, yang membuat kursi pelatih kembali kosong. Nama Fabregas pun langsung mencuat sebagai kandidat utama, apalagi ia punya sejarah manis bersama klub London tersebut sebagai pemain.
Meski saat ini Fabregas menjabat sebagai pelatih sekaligus pemegang saham minoritas di Como, pihak klub Italia itu tak ingin menghalangi langkahnya. Mirwan bahkan menegaskan bahwa mereka tidak “memiliki” Fabregas sepenuhnya.
“Kalau itu membuat dia bahagia, silakan. Kami tentu ingin dia bertahan selama mungkin, tapi pada akhirnya kami tidak memiliki dia dan dia bebas pergi ke Chelsea jika memang ingin,” ujar Mirwan.
Pernyataan ini menegaskan pendekatan santai Como dalam menghadapi situasi. Satu-satunya batasan hanyalah Fabregas tidak bergabung dengan rival langsung di Serie A. Selebihnya, klub siap mendukung ambisi sang pelatih, bahkan jika itu berarti kembali ke Premier League.
Nama Fabregas sendiri memang sedang naik daun di dunia kepelatihan. Sejak pensiun pada 2023, ia langsung menunjukkan kapasitasnya. Setelah membawa Como promosi, pelatih 38 tahun itu sukses mengantar timnya bersaing di papan atas Serie A musim ini.
Prestasinya bahkan mendapat pengakuan resmi lewat penghargaan Pelatih Terbaik Italia (Bearzot Award), yang semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa.
Di sisi lain, Chelsea tengah berada dalam situasi sulit. Klub asal London itu mencari pelatih permanen ketiga mereka di musim 2025/2026. Manajemen klub disebut melihat Fabregas sebagai sosok ideal untuk membangun ulang identitas tim dan mengembalikan mental juara di ruang ganti.
Dengan restu dari Como sudah di tangan, langkah Chelsea kini tinggal menuntaskan negosiasi. Satu-satunya kendala adalah status ganda Fabregas sebagai pelatih sekaligus pemilik saham, namun sinyal dari Como menunjukkan proses ini bisa berjalan mulus.
Jika transfer ini benar-benar terwujud, maka Stamford Bridge bisa menjadi panggung comeback Fabregas—kali ini bukan sebagai pemain, melainkan arsitek baru kebangkitan Chelsea.





