HARIAN FAJAR, BANDUNG – Ambisi Persib Bandung untuk mencetak hattrick juara di Super League 2025/2026 terancam buyar. Tekanan datang bukan hanya dari Borne FC. Akan tetapi, juga dari lawan-lawan krusial seperti Persija Jakarta, PSM Makassar, hingga Bhayangkara FC yang memiliki kepentingan berbeda di sisa musim ini.
Dua hasil imbang beruntun, termasuk saat ditahan Arema FC 0-0 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), membuat jarak poin Persib dengan pesaing terdekat semakin menipis. Situasi ini membuka peluang besar bagi tim-tim lain untuk menggagalkan dominasi Maung Bandung.
Persija: Rival Langsung Penentu GelarPertandingan melawan Persija Jakarta pada pekan ke-32 diprediksi menjadi laga paling menentukan. Persija bukan sekadar rival klasik, tetapi juga pesaing langsung dalam perburuan gelar.
Dengan kondisi klasemen yang ketat, laga ini berpotensi menjadi “final kecil”. Jika Persib terpeleset, bukan hanya kehilangan poin, tetapi juga momentum psikologis. Persija dikenal tampil agresif dalam laga besar, sehingga duel ini bisa menjadi titik balik dalam perebutan juara.
Secara taktis, Persija cenderung bermain menekan dengan intensitas tinggi—sesuatu yang kerap menyulitkan Persib dalam beberapa laga terakhir, terutama ketika lini tengah mereka kehilangan kreativitas.
Bhayangkara FC: Kuda Hitam yang Sedang MenanjakAncaman berikutnya datang dari Bhayangkara FC yang tampil impresif di putaran kedua. Tim asuhan Paul Munster berhasil merangkak naik ke papan atas dan kini berada di posisi keempat.
Kebangkitan Bhayangkara FC membuat mereka menjadi “kuda hitam” yang sulit diprediksi. Dengan motivasi menembus zona elite, mereka dipastikan tampil tanpa beban saat menghadapi Persib di pekan ke-30.
Karakter permainan cepat dan transisi tajam Bhayangkara FC bisa menjadi masalah serius bagi lini belakang Persib yang belakangan kerap kehilangan konsentrasi.
PSM Makassar: Tim Terdesak yang BerbahayaSementara itu, PSM Makassar justru menjadi ancaman dari sisi yang berbeda. Berada dalam tekanan zona bawah, PSM diprediksi akan tampil habis-habisan demi menghindari degradasi.
Tim yang terancam turun kasta biasanya memiliki motivasi berlipat. Laga pekan ke-33 melawan Persib bisa menjadi “hidup mati” bagi PSM, sehingga potensi kejutan sangat terbuka.
Dalam banyak kasus, tim papan atas justru sering kesulitan menghadapi tim yang bermain dengan determinasi tinggi karena tekanan bertahan di liga.
Tekanan dari Jadwal dan MomentumSituasi Persib semakin kompleks karena jadwal yang tidak mudah. Dari lima laga tersisa, tiga di antaranya menghadapi tim dengan kepentingan besar—baik perebutan gelar maupun menghindari degradasi.
Di sisi lain, Borneo FC sebagai pesaing utama justru diuntungkan dengan jadwal yang relatif lebih ringan. Jika Borneo mampu konsisten meraih poin penuh, tekanan terhadap Persib akan semakin besar.
Ujian Mental Penentu JuaraDengan kondisi saat ini, peluang Persib untuk mempertahankan gelar masih terbuka, namun tidak lagi sepenuhnya berada di tangan sendiri. Konsistensi, mental bertanding, dan efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor krusial.
Satu kesalahan saja bisa dimanfaatkan oleh pesaing, sementara lawan-lawan seperti Persija, Bhayangkara FC, dan PSM Makassar siap menjadi batu sandungan.
Sisa musim ini bukan sekadar soal kualitas tim, tetapi juga tentang siapa yang paling siap menghadapi tekanan.
Jadwal Sisa Pertandingan Persib Bandung:
Pekan 30
30 April 2026 – Bhayangkara FC vs Persib Bandung
Pekan 31
4 Mei 2026 – Persib Bandung vs PSIM Yogyakarta
Pekan 32
10 Mei 2026 – Persija Jakarta vs Persib Bandung
Pekan 33
17 Mei 2026 – PSM Makassar vs Persib Bandung
Pekan 34
23 Mei 2026 – Persib Bandung vs Persijap Jepara





