Muzani Dorong RI Kembangkan Bibit Sapi yang Produktif dan Sesuai Iklim

detik.com
6 jam lalu
Cover Berita
Wonosobo -

Ketua MPR RI Ahmad Muzani mendorong pemerintah dan pelaku usaha untuk mengembangkan bibit sapi yang sesuai dengan iklim tropis Indonesia. Ia menyinggung ketergantungan Indonesia terhadap sapi impor dari negara subtropis seperti Australia hingga Belanda yang dinilai kurang cocok dengan kondisi alam dalam negeri.

Hal itu disampaikan Muzani saat membuka Kontes Sapi APPSI (Asosiasi Peternak dan Penggemuk Sapi Indonesia)) di Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (25/4/2026). Ia menilai perbedaan iklim membuat produktivitas sapi impor tidak optimal saat dikembangkan di Indonesia.

"Kita ini negara tropis. Kalau mendatangkan sapi dari negara subtropis, selain mahal juga tidak sepenuhnya sesuai dengan alam kita," kata Muzani.

Ia pun mendorong agar Indonesia mulai mengembangkan atau mengimpor bibit sapi dari negara beriklim tropis seperti Brasil dan India yang dinilai lebih adaptif terhadap lingkungan lokal.

Baca juga: Muzani Soroti Produksi Susu RI Rendah, Targetkan Dataran Tinggi Jadi Sentra

"Harapannya kita bisa mendapatkan bibit sapi yang cocok dengan iklim tropis tapi tetap punya produktivitas tinggi," ujarnya.

Muzani juga menyoroti perbedaan produksi susu antara sapi di Indonesia dan negara subtropis. Ia menyebut rata-rata sapi perah di dalam negeri hanya menghasilkan sekitar 10-15 liter susu per hari, sementara sapi di negara subtropis bisa mencapai 25-30 liter per hari.

"Selisih ini cukup besar dan berpengaruh pada keekonomian peternak kita," jelasnya.

Menurut Muzani, pengembangan bibit sapi yang tepat akan berdampak pada peningkatan produksi daging dan susu nasional. Hal ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Baca juga: Muzani Buka Kontes Sapi di Wonosobo: Peternak Semringah Tanda Ekonomi Bergerak

Ia menambahkan, kegiatan seperti kontes sapi APPSI menjadi salah satu upaya untuk mendorong peningkatan kualitas peternakan di daerah. Forum tersebut juga dinilai sebagai ajang berbagi pengetahuan antarpeternak terkait penggemukan dan perawatan ternak.

"Kalau peternak kita maju dan produktif, itu tandanya ekonomi bergerak," tuturnya.




(bel/jbr)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Breaking News! Gempa Besar M5,2 Guncang Maluku
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Thomas Cup 2026: Fajar Alfian Minta Indonesia Waspadai Thailand
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Lindungi Korporasi AS, Trump Ancam Jatuhkan Tarif Retaliasi Jumbo untuk Inggris
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
6 Shio Paling Hoki Sabtu 25 April 2026! Rezeki Datang Setelah Berani Melepaskan yang Mengganggu
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Polisi Bongkar Aksi Kekerasan Tempat Penitipan Anak di Yogyakarta, Belasan Orang Ditangkap
• 6 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.