Pada tahun 1985, Presiden terpilih Brasil, Tancredo Neves meninggal dunia sebelum sempat dilantik sebagai presiden. Ia meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakitnya selama menjadi oposisi pemerintah.
Dikutip dari buku 'The Politics of Military Rule in Brazil, 1964-85' karya Thomas Skidmore, Brasil pernah mengalami rezim militer selama puluhan tahun. Masa rezim militer ini berlangsung selama tahun 1964 hingga 1985. Ada lima jenderal militer yang memimpin Brasil.
João Baptista de Oliveira Figueiredo adalah jenderal terakhir dari masa rezim militer tersebut. Masa kepemimpinannya terkikis dengan kemunculan sosok tokoh oposisi sipil, Tancredo Neves.
Tancredo Neves pun terpilih menjadi presiden. Tancredo Neves akan menjadi presiden sipil pertama sejak tahun 1964. Tancredo menang usai mendapat dukungan dari delegasi partai politik yang membelot. Belum lagi dukungan dari masyarakat Brasil yang sudah muak dengan rezim militer.
Dalam tiga bulan sebelum pelantikannya, Tancredo melakukan perjalanan ke Amerika Serikat, Eropa, dan tempat lain di Amerika Latin.
Di Washington, ia membangun hubungan baik dengan Kongres AS, Gedung Putih dan lembaga pemberi pinjaman multilateral. Ia juga berbicara dengan kelompok-kelompok keagamaan dan akademisi AS.
Di Eropa Barat, Tancredo berunding dengan pemerintah dan partai politik. Ia juga berziarah ke Vatikan.
Namun, usia Tancredo sudah 75 tahun. Sang presiden terpilih ingin membuktikan bahwa dirinya masih kuat untuk menjalankan pemerintahannya. Sayangnya, kondisi fisik Tancredo tak bisa disiasati lagi.
Selama berbulan-bulan ia berjuang melawan penyakit usus. Selain menjalani operasi, dia mengandalkan antibiotik yang diresepkan oleh dokter keluarganya.
(rdp/imk)





