Pantau - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (3B) berjalan tepat sasaran mulai dari SPPG hingga sampai ke keluarga penerima.
Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Sabtu (25/4), usai peninjauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.
Pengawasan Ketat dari SPPG hingga PenerimaWihaji menegaskan program MBG 3B merupakan intervensi sensitif karena berkaitan langsung dengan fase awal kehidupan manusia.
“Program untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita ini sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan kesehatan generasi masa depan. Karena itu kita cek kepastiannya, mulai dari SPPG sampai penerima manfaatnya,” ujarnya.
Ia menyebut pengawasan harus dilakukan menyeluruh untuk memastikan layanan berjalan aman, tepat, dan tanpa penyimpangan.
Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dinilai penting dalam distribusi, pendampingan, edukasi, serta pemantauan kondisi ibu dan anak di tingkat desa.
Target Turunkan Stunting dan Perluasan LayananWihaji menambahkan program ini menjadi bagian dari upaya nasional menekan angka stunting hingga 18,8 persen pada 2026 dan 14 persen pada 2029.
“Peran Tim Pendamping Keluarga (TPK) dalam pelaksanaan MBG 3B sangat penting dalam mendukung distribusi layanan, melakukan pendampingan, edukasi keluarga, serta pemantauan langsung kondisi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di tingkat desa,” tuturnya.
Selain distribusi pangan, program juga menyasar perbaikan kondisi keluarga risiko stunting yang masih menghadapi persoalan hunian dan sanitasi.
Di Kabupaten Pemalang, tercatat 137 SPPG telah beroperasi, dengan 84 unit melayani MBG 3B yang menjangkau 3.762 ibu hamil, 10.920 ibu menyusui, dan 26.974 balita non-PAUD.
Pemerintah menegaskan evaluasi dan pengawasan akan terus dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan berdampak pada generasi masa depan.




