Ratusan Da’i Muda Muhammadiyah Sulsel Dikukuhkan, Siap Isi Ruang Dakwah

terkini.id
15 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar — Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tabligh resmi mengukuhkan 519 Da’i Muda Muhammadiyah Sulawesi Selatan dalam seremoni di Pusat Dakwah Muhammadiyah (Pusdam) Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 10, Makassar, Sabtu (25/4/2026).

Pengukuhan dilakukan oleh Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah, Dr. Waluyo, Lc., M.A., disaksikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulsel Prof. Ambo Asse, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Sulsel, Pimpinan Wilayah Aisyiyah, serta organisasi otonom Muhammadiyah tingkat wilayah.

Dalam sambutannya, Waluyo mengapresiasi capaian Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel yang dinilai paling produktif secara nasional dalam program pelatihan muballigh.

“Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulawesi Selatan saat ini menempati peringkat pertama secara nasional dalam pelatihan muballigh. Ini menunjukkan keseriusan dan konsistensi dalam pengembangan dakwah,” ujarnya.

Ia menambahkan, PP Muhammadiyah tengah mengembangkan program Sertifikasi Muballigh sebagai kelanjutan dari pendidikan Da’i Muda Muhammadiyah (DMM).

“Muballigh yang lulus sertifikasi akan mendapatkan gelar Muballigh Muhammadiyah Pusat (MMP), dan selanjutnya akan ada sertifikasi internasional dengan gelar Muballigh Muhammadiyah Internasional (MMI),” jelasnya.

Tak Ada Lagi Alasan Kekurangan Muballigh

Ketua PWM Sulsel, Prof. Ambo Asse, menegaskan bahwa pengukuhan ratusan da’i muda ini menjadi jawaban atas kebutuhan muballigh di tengah masyarakat.

“Tidak ada lagi alasan kekurangan muballigh. Majelis Tabligh telah mencetak 519 da’i muda dari 770 peserta Sekolah Tabligh,” tegasnya.

Ia meminta seluruh Pimpinan Daerah Muhammadiyah untuk segera mengoptimalkan peran para da’i muda dengan menjadwalkan mereka mengisi pengajian di berbagai lini.

“Harus diinventarisasi dan dijadwalkan—baik di cabang, ranting, amal usaha, maupun masjid Muhammadiyah. Jangan sampai potensi ini tidak dimanfaatkan,” ujarnya.

“Pasukan Panah Dakwah” Muhammadiyah

Ketua Majelis Tabligh Muhammadiyah Sulsel, Dr. Nurdin Mappa, menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bai’at untuk melanjutkan risalah dakwah.

“Kalian adalah pasukan panah dakwah. Panah jika tidak dilepas hanya menjadi kayu. Begitu pula da’i, jika tidak bergerak hanya menjadi nama di sertifikat,” katanya.

Ia menekankan pentingnya dakwah yang adaptif di tengah perubahan lanskap komunikasi publik.

“Medan dakwah hari ini sudah bergeser dari mimbar ke media sosial, dari pengajian akbar ke platform digital. Jika muballigh diam, ruang publik akan diisi oleh mereka yang tidak memahami agama secara utuh,” ujarnya.

Nurdin juga mengingatkan bahwa semangat dakwah Muhammadiyah berakar dari teladan Ahmad Dahlan yang mengedepankan aksi nyata.

“Dakwah bukan hanya bil lisan, tetapi juga bil hal, bil mal, bil qolam, dan bil ilm. Islam berkemajuan harus hadir menjawab persoalan umat,” tambahnya.

Hasil Nyata Sekolah Tabligh

Ketua Panitia, Asnawin Aminuddin, melaporkan bahwa 519 da’i muda yang dikukuhkan merupakan alumni Sekolah Tabligh Muhammadiyah Sulsel Angkatan II.

“Dari total 770 peserta, sebanyak 519 dinyatakan lulus. Ini menunjukkan proses seleksi dan pembinaan berjalan serius,” ungkapnya.

Ia menambahkan, angkatan pertama yang dikukuhkan pada Februari 2025 hanya menghasilkan 27 alumni, sehingga terjadi peningkatan signifikan pada angkatan kedua.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wali Kota Jakpus Tegur Warga yang Buang Limbah Ikan Sapu-Sapu di Kali Pasar Baru
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Jauh dari Standar Global, Pekerja Indonesia yang Punya Keterampilan Digital Baru 27 Persen
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
Latihan CENTAM Guardian 2026 Digelar di El Salvador
• 15 jam laludetik.com
thumb
Anggota MPR Himmatul Aliyah Dorong Pemuda Jadi Garda Terdepan Jaga Pancasila
• 13 jam laludetik.com
thumb
Dimulai di Sumatera, Kemendagri Bikin 3 Batch Lomba Prestasi Pemda di 6 Region
• 10 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.