Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Medan
Arifah Fauzi Sebut Program Makan Bergizi Gratis Berhasil Tingkatkan Pendapatan Keluarga dan Kemandirian Perempuan Lokal
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan kunjungan kerja ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Selayang Sempakata, Kota Medan.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan penguatan pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta ketahanan pangan masyarakat berjalan beriringan melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Arifah menegaskan bahwa SPPG bukan sekadar tempat pengolahan makanan, melainkan unit layanan terpadu yang menjamin kualitas tumbuh kembang generasi muda.
“SPPG merupakan unit layanan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai dapur, tetapi mengelola seluruh proses pemenuhan gizi, mulai dari perencanaan menu, pengolahan, hingga distribusi makanan berbasis prinsip gizi seimbang," ujar Menteri Arifah dilansir dari laman resmi Kemen PPPA, Sabtu, 25 April 2026.
"Kehadiran SPPG yang mendukung pemenuhan gizi bagi anak-anak di satuan pendidikan menjadi strategi pemerintah dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini,” sambungnya.
Mendorong Ekonomi Keluarga
Dalam kunjungan tersebut, Menteri PPPA meninjau langsung proses produksi yang didominasi oleh tenaga kerja perempuan. Ia menilai, keterlibatan aktif perempuan di dapur SPPG menjadi kunci dalam meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.
“Perempuan memiliki peran strategis dalam memastikan ketahanan pangan keluarga. Melalui dapur SPPG ini, perempuan tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga penggerak ekonomi keluarga,” tegas Arifah.
Ia menambahkan bahwa program ini perlu terus didukung dengan peningkatan kapasitas bagi para pekerja.
“Program seperti ini harus terus diperkuat, termasuk dari sisi pelatihan, perlindungan kerja, dan akses ekonomi agar perempuan semakin mandiri dan berdaya,” imbuhnya.
Produksi 3.045 Porsi per Hari
Asisten Lapangan Dapur SPPG Medan Selayang, M. Jaelani, menjelaskan bahwa dapur ini memiliki kapasitas produksi yang besar untuk menjangkau wilayah Medan Selayang dan sekitarnya.
“Dapur ini mampu memproduksi 3.045 porsi makanan setiap hari yang didistribusikan ke 9 (sembilan) sekolah. Selain itu, hasil produksi juga disalurkan ke sejumlah posyandu, antara lain Posyandu Indah, Posyandu Mahoni, Posyandu Melati Balita, dan Posyandu Bahagia Sumatera Utara,” lapor Jaelani.
Selain berdampak pada kesehatan anak, keberadaan dapur ini menggerakkan ekonomi lokal. Seluruh bahan baku, mulai dari buah-buahan hingga kebutuhan dapur lainnya, dipasok langsung dari pasar lokal, sehingga menciptakan perputaran ekonomi bagi komunitas setempat.
Praktik Baik untuk Replikasi Nasional
Kementerian PPPA mengapresiasi pengelolaan SPPG Medan Selayang sebagai model "praktik baik" (best practice) yang mengintegrasikan layanan gizi terstandar dengan pemberdayaan ekonomi.
Dalam sesi dialog, para petugas dapur perempuan mengaku merasa terbantu secara finansial dan mendapatkan keterampilan baru dalam pengelolaan pangan sehat.
Kemen PPPA berharap model ini dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia sebagai bagian dari strategi pembangunan inklusif yang memanfaatkan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Editor: Redaksi TVRINews





