JAKARTA, DISWAY.ID-- Anggaran triliunan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah disorot masyarakat lantaran beberapa pengadaan barang. Mulai dari gadget, motor listrik, hingga kaus kaki. Tak heran, masyarakat curiga ada penyelewengan dana.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI), Abdul Rifai Ras dengan tegas membantahnya.
BACA JUGA:PropertyGuru Awards Indonesia 2026 Dibuka, Soroti Inovasi dan Tren Properti
Menurutnya, setiap rupiah yang keluar telah melewati proses perencanaan yang sangat ketat.
"Semuanya sudah dihitung, diukur dengan baik, dimasak dengan baik, dan digodok dengan baik melalui koordinasi dengan semua stakeholder," ujar Rifai saat memberikan klarifikasi di hadapan awak media di Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu 25 April 2026.
Ia meyakinkan publik bahwa setiap biaya yang dikeluarkan untuk mendukung infrastruktur MBG sudah masuk dalam peta jalan yang terencana.
BACA JUGA:Sidang Korupsi Satelit: Eks Sekjen Kemhan 2016 Cabut BAP, Ryamizard Pemenang Tender Navayo
"Jadi semua biaya MBG itu sudah terencana. Tidak usah khawatirlah," tutur Abdul.
Meski demikian, Abdul Rifai berjanji tidak akan segan-segan mengambil tindakan jika ditemukan adanya oknum yang berani menyalahgunakan dana atau fasilitas program.
"Kalau ada penyelewengan, ada yang tidak benar, kita selalu mengawasi. Yang tidak baik, kita tindak. Yang tidak benar, ya kita bereskan semuanya, kita tertibkan," tegas Rifai.
Untuk membuktikan bahwa anggaran besar tersebut berbanding lurus dengan hasil, Rifai membandingkan progres program MBG Indonesia dengan program serupa di negara lain.
BACA JUGA:Hasil Sprint Race MotoGP Jerez 2026: Marc Marquez Jatuh Bangun Menangi Balapan, Ducati Bangkit Borong Podium!
Ia menyebut pencapaian Indonesia dalam satu tahun terakhir tergolong luar biasa jika merujuk pada jumlah penerima manfaat.
"Kita sudah mencakup 60 juta lebih (penerima) dalam tempo kurang lebih satu tahun sedikit. Sementara Brasil saja butuh waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat," ungkapnya.





