Sebanyak 34 orang di 13 negara bagian Amerika Serikat (AS) dilaporkan terinfeksi bakteri Salmonella dengan strain yang sama. Kasus ini diduga berkaitan dengan kontak dengan unggas peliharaan rumahan, seperti ayam dan bebek.
Laporan tersebut disampaikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) dalam rilis resmi, Kamis (23/4/2026).
Melansir Xinhua, Sabtu (25/4/2026), dari total kasus yang ditemukan, sebanyak 13 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit. Meski demikian, tidak ada laporan kematian dalam kejadian ini.
CDC menjelaskan bahwa unggas peliharaan di halaman rumah (backyard poultry) dapat membawa bakteri Salmonella, meskipun terlihat sehat dan bersih. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan atau lingkungan sekitarnya.
Infeksi Salmonella umumnya menimbulkan gejala seperti diare, demam, dan kram perut. Gejala ini biasanya muncul dalam rentang waktu enam jam hingga enam hari setelah terpapar bakteri.
Sebagian besar penderita dapat pulih tanpa pengobatan dalam waktu empat hingga tujuh hari. Namun, pada beberapa kasus, infeksi bisa berkembang menjadi lebih serius hingga memerlukan perawatan medis di rumah sakit.
Kelompok yang paling berisiko mengalami gejala berat meliputi anak-anak di bawah usia lima tahun, lansia berusia 65 tahun ke atas, serta individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.
CDC mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan setelah berinteraksi dengan unggas peliharaan, termasuk mencuci tangan dengan sabun guna mencegah penularan bakteri. (bil/faz)




