PT Argo Pantes Tbk (ARGO) resmi menggelar groundbreaking pembangunan gudang Build-to-Suit (BTS) untuk J&T Cargo pada 23 April 2026. Proyek ini menjadi langkah konkret Perseroan dalam memperkuat lini usaha pergudangan yang kini menjadi fokus utama transformasi bisnisnya.
Acara peletakan batu pertama tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen dan pemegang saham Argo Pantes, perwakilan J&T Cargo, kontraktor, hingga institusi pembiayaan yang turut mendukung proyek ini. Gudang yang tengah dibangun tersebut diproyeksikan memiliki nilai sekitar Rp120 miliar dan ditargetkan rampung pada Februari 2027.
Nantinya, fasilitas ini akan menjadi bagian penting dalam jaringan distribusi J&T Cargo, khususnya di wilayah Jabodetabek yang menjadi pusat aktivitas logistik nasional. Keberadaan gudang ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat kapasitas layanan perusahaan logistik tersebut.
Direktur Utama PT Argo Pantes Tbk, Thomas Wahyu Kalaij, menegaskan bahwa proyek ini sejalan dengan strategi Perseroan untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset melalui bisnis sewa gudang jangka panjang.
“Groundbreaking proyek ini sejalan dengan rencana strategis Argo untuk terus meningkatkan hunian lahan sewa gudang, terutama dengan kontrak jangka panjang yang dapat memberikan arus kas lebih stabil di masa mendatang,” ujarnya.
Langkah ini juga melanjutkan kerja sama yang telah lebih dulu terjalin. Sebelumnya, pada 11 Februari 2026, Argo Pantes dan J&T Cargo telah menandatangani perjanjian sewa gudang dengan nilai kontrak hampir Rp221 miliar untuk jangka waktu 10 tahun (120 bulan).
Baca Juga: Adhi Karya (ADHI) Raih Kontrak Baru Rp4,72 Triliun hingga Maret 2026
Baca Juga: Pemerintah Pacu Efisiensi Logistik, Biaya Distribusi Ditargetkan Turun
Transformasi Argo Pantes sendiri telah berlangsung sejak 2016, ketika perusahaan mulai beralih dari bisnis tekstil menuju sektor logistik dan pergudangan. Dengan memanfaatkan aset strategis di Tangerang dan Bekasi, perusahaan kini fokus melayani lebih dari 30 pelanggan korporasi, baik lokal maupun internasional.
Didirikan pada 1977 dan tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak 1991, Argo Pantes terus mengukuhkan posisinya sebagai pemain di sektor logistik modern, seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur distribusi di Indonesia.





