PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) memacu akselerasi operasional Tambang Emas Pani melalui penguatan struktur kepemimpinan strategis.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar Jumat (24/4), Perseroan resmi menunjuk Nicholas John Green sebagai Direktur, sebuah langkah kunci untuk memastikan disiplin eksekusi proyek pada fase produksi.
Penunjukan Nicholas, yang merupakan pemimpin di industri pertambangan dengan pengalaman luas di Asia Tenggara, diharapkan mampu membawa keunggulan operasional pada berbagai komoditas.
Selain Nicholas, RUPST juga menyetujui Barend Johannes Nicolaas Knoetze dan Suryadinata Tanu ke dalam jajaran Direksi untuk memperkuat kompetensi teknis dan finansial Perseroan.
Manajemen EMAS menegaskan bahwa perombakan ini merupakan langkah strategis guna menyelaraskan kebutuhan operasional dengan kompleksitas bisnis yang semakin meningkat.
“Penunjukkan ini juga selaras dengan kebutuhan operasional dan meningkatnya kompleksitas bisnis pada fase produksi, yang menuntut disiplin eksekusi operasional yang lebih tinggi, pengelolaan keuangan dan risiko yang lebih terintegrasi, penguatan fungsi pengawasan dan akuntabilitas, serta penerapan standar tata kelola perusahaan yang sejalan dengan praktik internasional dan ekspektasi investor global,” tulis manajemen dalam keterangan resmi.
Standar Pertambangan GlobalLangkah Perseroan memperkuat manajemen dilakukan sebagai bagian dari upaya mengadopsi standar industri global. Fokus utama tertuju pada aspek eksekusi proyek, manajemen risiko, hingga transparansi kepada pemegang saham.
Berdasarkan hasil RUPST, penguatan struktur ini dipandang perlu sebagai bagian dari upaya memperkuat struktur manajemen dan tata kelola Perseroan dengan mengadopsi standar industri pertambangan global, khususnya dalam aspek eksekusi proyek, manajemen risiko, disiplin keuangan, serta transparansi kepada investor.
Untuk mendukung fungsi pengawasan, Perseroan juga mendatangkan figur-figur kelas dunia ke jajaran Dewan Komisaris. Di antaranya adalah John Mackay McCulloch Williamson yang saat ini menjabat sebagai Chairman London Metal Exchange, serta Yu Gao dari Morgan Stanley.
Masuk pula nama Winato Kartono yang memiliki pengalaman luas di sektor investasi dan perbankan, serta Jona Widhagdo Putri yang merupakan Penasihat Khusus Ketua Dewan Ekonomi Nasional RI.
Pencapaian Tambang Pani Akselerasi kepemimpinan ini menjadi krusial mengingat EMAS tengah mengelola Tambang Emas Pani di Gorontalo, salah satu proyek emas primer terbesar di Indonesia dengan sumber daya mineral sebesar 7,0 Moz emas.
Proyek ini telah mencatatkan produksi perdana pada Februari 2026 dan menyelesaikan penjualan emas pertamanya pada Maret 2026.
Perseroan memproyeksikan operasional fasilitas carbon-in-leach (CIL) pada tahun 2028 untuk meningkatkan kapasitas hingga 12 Mtpa pada 2029. Target akhirnya adalah mencapai puncak produksi sekitar 545 kozpa pada tahun 2031.
Baca Juga: Merdeka Gold Temukan Cadangan Emas Baru 500 Meter dari Tambang Pani
Baca Juga: Harta Karun Tambang Pani Melejit 166%, Cadangan Emas Merdeka Tembus 15,9 Juta Ounce
Terkait pengembangan operasional tersebut, Perseroan berkomitmen menjaga tata kelola yang ketat dalam setiap langkah bisnisnya.
“Perseroan berkomitmen dalam memperkuat tata kelola dan pengawasan melalui transaksi material dan/atau afiliasi yang mendukung pengembangan operasional Tambang Emas Pani," ujar manajemen.
*Setiap transaksi tersebut dirancang dan dijalankan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku, serta penerapan mekanisme pengawasan yang memadai, guna memastikan bahwa seluruh keputusan strategis dilaksanakan secara terukur, transparan, akuntabel, dan sejalan dengan standar operasional serta praktik terbaik internasional,” pungkas manajemen.





