Birmingham, Inggris (ANTARA) - Induk perusahaan British Airways mengingatkan adanya kenaikan harga tiket pesawat karena krisis bahan bakar sebagai dampak dari penutupan Selat Hormuz yang mendorong tingginya biaya minyak.
International Airlines Group (IAG), Jumat (24/4), mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah mengakibatkan kenaikan harga bahan bakar jet, yang dapat dibebankan kepada penumpang meskipun ada upaya dana lindung nilai bahan bakar.
Perusahaan tersebut menyatakan pihaknya "tidak kebal" terhadap dampak yang lebih luas dari krisis tersebut, meskipun belum mengalami gangguan pasokan bahan bakar.
Baca juga: AS khawatir dampak politik jika harga bensin di atas 3 dolar AS
Peringatan itu muncul karena banyak tanker minyak masih belum dapat melewati Selat Hormuz, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kekurangan BBM. Pemerintah Inggris pun sedang memantau stok bahan bakar dengan cermat.
Pihak berwenang di Inggris telah melonggarkan peraturan di bandara-bandara negara persemakmuran itu, sehingga memungkinkan maskapai untuk membatalkan penerbangan tanpa kehilangan slot lepas landas dan pendaratan jika terjadi kekurangan bahan bakar.
Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Jet2, menyatakan operasional mereka saat ini tidak terpengaruh. Namun demikian, para pejabat industri memperingatkan bahwa krisis tersebut dapat menyebabkan pembatalan dan kenaikan tarif dalam beberapa pekan mendatang.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Harga minyak naik lagi saat situasi Selat Hormuz kembali tegang
International Airlines Group (IAG), Jumat (24/4), mengatakan bahwa konflik di Timur Tengah mengakibatkan kenaikan harga bahan bakar jet, yang dapat dibebankan kepada penumpang meskipun ada upaya dana lindung nilai bahan bakar.
Perusahaan tersebut menyatakan pihaknya "tidak kebal" terhadap dampak yang lebih luas dari krisis tersebut, meskipun belum mengalami gangguan pasokan bahan bakar.
Baca juga: AS khawatir dampak politik jika harga bensin di atas 3 dolar AS
Peringatan itu muncul karena banyak tanker minyak masih belum dapat melewati Selat Hormuz, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang potensi kekurangan BBM. Pemerintah Inggris pun sedang memantau stok bahan bakar dengan cermat.
Pihak berwenang di Inggris telah melonggarkan peraturan di bandara-bandara negara persemakmuran itu, sehingga memungkinkan maskapai untuk membatalkan penerbangan tanpa kehilangan slot lepas landas dan pendaratan jika terjadi kekurangan bahan bakar.
Beberapa maskapai penerbangan, termasuk Jet2, menyatakan operasional mereka saat ini tidak terpengaruh. Namun demikian, para pejabat industri memperingatkan bahwa krisis tersebut dapat menyebabkan pembatalan dan kenaikan tarif dalam beberapa pekan mendatang.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Harga minyak naik lagi saat situasi Selat Hormuz kembali tegang





